





![]() | Today | 7 |
![]() | Yesterday | 52 |
![]() | This week | 397 |
![]() | This month | 3021 |
![]() | All | 46245 |
Who's Online
We have 19 guests online| Strategy |
|
EFFECTIVE ALLIANCES DAN PARTNERSHIPS Apa saja yang harus dicermati ? Hendra S Raharjaputra April 28, 2009 Salah satu upaya terakhir yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang sedang menghadapi kesulitan ( baskets case companies ) adalah Alliances atau / dan Partnerships . Suatu contoh yang sedang hangat-hangatnya adalah Chrysler , salah satu raksasa otomotif yang berteriak minta dana talangan pemerintah Amerika , untuk menyelesaikan kesulitan keuangan yang sedang dideritanya. Pemerintah atau kantor administrasi Obama memperingatkan Chrysler untuk segera melakukan alliance dengan Fiat atau Chrysler gulung tikar. ( Chrysler telah gagal menggandeng Nissan yang dalam proposalnya merupakan salah satu perusahaan yang diajukan kepada pemerintah Obama pada November tahun lalu / 2008 ) .
Esensi atau inti dari upaya melakukan alliance atau partnership adalah melakukan kerjasama dalam meningkatkan skala ekonomi perusahaan untuk menciptakan suatu produk yang satu sama lain bukan merupakan produk saling kompetitif ( non competing products ) , tetapi memliliki platform yang sama. Bagi Chrysler strategy tersebut merupakan suatu akses ke pasar global dengan memperkenalkan merk baru melalui global dealerships , hasil dari suatu alliances dengan perusahaan lain ( Fiat atau siapapun ). Usaha tersebut mungkin akan merupakan suatu cost effective , khususnya dalam aspek operasional dan pengenalan merk atau platform yang baru. Chrysler memilih untuk melakukan Alliances dibandingkan Merger dengan pihak lain .
Alliances mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan Corporate equivalent of friends with benefits
Dua atau lebih perusahaan mengabungkan kekuatan berbeda satu sama lain untuk saling melengkapi tanpa harus nikah dalam upaya mencapai suatu goals yang telah ditentukan. Perusahaan tersebut hanya melakukan tunangan saja atau pacaran sesaat . Komitmen para pihak harus dipegang, diibaratkan hidup bersama dalam satu rumah, tetapi ada beberapa norma atau aturan yang harus dipenuhi sesuai dengan perjanjian. Suatu contoh; American Airlines dan British Airways yang sama-sama bersaing melayani penerbangan di kawasan Atlantic , tetapi kedua perusahaan tersebut melakukan kerjasama ( partnerships ) dalam One-World Alliances Global , dimana kekuatan atau new skills dalam opersional yang dimiliki salah satu perusahaan dapat dipelajari oleh salah satu partner tersebut, dan sebaliknya. General Motor dan Toyota Motor pernah melakukan alliance dalam membuat small cars yang dikenal dengan proyek NUMMI , Toyota Motor meninggalkan General Motor setelah memperoleh banyak pelajaran dan keuntungan pengetahuan dari General Motor, dan hal ini bukanlah suatu yang mengejutkan. Must be part of everyones thinking as recession continues Bagi suatu organisasi kecil atau pemula ,dengan melakukan alliance akan memperoleh efesiensi biaya dengan meduplikasi atau mengcopy aktivitas yang dilakukan partner dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk upaya percepatan . Bagi organisasi kecil atau pemula dapat melakukan memanfaatkan jaringan bisnis pada wilayah yang sebelumnya tidak dimiliki . Bagi organisasi nir laba, melakukan Strategic Alliance akan mudah untuk mempromisikan aktivitasnya kepada para prospektif donor atau melakukan berbagi fungsi pada aktivitas back office . Delapan I yang merupakan konsep agar alliance dapat berjalan dengan baik Melakukan suatu alliance diibaratkan melakukan suatu perkawinan, karena itu konsep delapan I ( Eight Is ) ini juga akan bermanfaat bagi suatu perkawinan atau pernikahan yang nyata dilakukan kedua mempelai. 1. Individual Exellence Para pihak harus memiliki kekuatan yang seimbang, walaupun berbeda , sebab kelemahan satu pihak tidak akan mampu menopang kelemahan lainnya, khususnya yang berhubungan dengan opersional perusahaan. 2. Importance Para pihak harus memiliki kepentingan stratejik atau tujuan jangka panjang yang sama . 3. Interdependence
Suatu alliance yang kuat dan berhasil adalah menghargai kekuatan berbeda yang dimiliki para pihak , dan dilakukan saling melengkapi untuk mencapai suatu goals berdasarkan saling ketergantungan , tetapi tidak berselisih paham dalam mengambil keputusan akhir. 4. Investment
Salah satu tanda komitmen untuk melakukan alliance adalah keinginan untuk melakukan investasi terhadap perusahaan partner, misalkan saham atau lainnya. 5. Information
Transparansi atas infomasi perusahaan partner yang jujur , baik aspek tujuan alliance, opersional, keuangan dan lainnya. Apabila tidak ada keterbukaan dalam melakukan alliance , sebaiknya tidak dilakukan alliance, karena hanya akan membuang waktu dan biaya. 6. Integration
Para pihak harus mengemukakan poin-poin penting secara total dan menyeluruh terhadap rencana aktivitas alliance, hal ini sangat penting karena para pihak harus memahami apa kekuatan dan kelemahan perusahaan yang dapat saling melengkapi. 7. Institutionalization
Para pihak harus membangun kelembagaan dan struktur formal yang memiliki tujuan sama atas terjadinya alliance , hal ini sangat penting karena organisasi harus berjalan berdasarkan struktur formal dan kelembagaan yang dibentuk. Apa yang harus dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab. 8. Integrity Trust antara para pihak adalah hal lain yang terpenting. Upaya hukum antara para pihak dapat terjadi apabila salah satu pihak melanggar kepercayaan atau perjanjian yang telah dibuat bersama. Kedelapan criteria tersebut diatas sering merupakan suatu perjalanan panjang dalam melakukan suatu negosiasi, khususnya dalam strategic alliance , karena cukup sulit untuk memahami satu sama lain, hal ini berbeda dengan memahami keuangan perusahaan yang secara kuantitatif sangat jelas dipahami.
|
HOME
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - II
Effective Alliances and Partnerships
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - II
Effective Alliances and Partnerships 




