Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday40
mod_vvisit_counterYesterday89
mod_vvisit_counterThis week374
mod_vvisit_counterThis month1026
mod_vvisit_counterAll31222

Who's Online

We have 11 guests online
Strategy


CLUSTER INDUSTRI

Merubah sistem China Manufakturing
 
Diadopsi dari Laporan Khusus The Boston Consulting Group
dan  Knowledge at Wharton
 

Oleh : Hendra S Raharjaputra
June 15, 2009



              Kinerja Export dan Import China July 08 - Jan 09
 
 
       Dalam masa hampir 30 tahun, para ekonom percaya bahwa suatu perekonomian yang maju dikendalikan oleh suatu kekuatan dan berdiri sendiri dibandingkan dengan ekosistem yang rumit - sistem cluster ; terpusat pada suatu wilayah industri. Hal tersebut masuk akal karena publik mengharapkan munculnya para pahlawan wirausaha , walaupun dari mulai Wallstreet , Madison Avenue sampai Silicon Valley menganut paham individual dibandingkan kekuatan industri yang bersifat saling ketergantungan atau cluster industri .

       Memberikan pelajaran , saling bantu dan mendorong satu sama lain adalah salah satu bukti bahwa perusahaan akan memperoleh keuntungan dari kedekatan satu sama lain , walaupun secara umum cara bisnis seperti itu tidak selalu akan memaksimalkan suatu keuntungan bagi industri tertentu.

       Suatu study yang dilakukan oleh National Science Foundation di China dengan judul “ Analyses of Dynamic Factors of Cluster Innovation “ dengan mengambil study kasus di Chengdu Furniture Industrial Cluster , ditemukan bahwa kehadiran banyak perusahaan dalam satu kawasan akan mendorong inovasi, menyebarkan ide baru , fleksibel dan spesialisasi.

       Study ini dilakukan oleh para ahli dari Boston Consulting Group dan Wharton University dengan fokus kepada faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan sistem cluster di China, termasuk peluang dan resiko atas kehadiran sistem cluster tersebut. Tinjauan atas sektor manufakturing ini muncul ketika pabrik-pabrik di China menghadapi penurunan ekspor ditengah menurunnya ekonomi global dan permintaan domestik , disamping gagalnya pabrik di China mengendalikan para pekerja yang bekerja tidak secara penuh ( idled workers ) untuk kembali bekerja di sektor pertanian , dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang eksplosif pada masa lalu yang diperkirakan tidak akan segera kembali. Diskusi tentang kondisi China lebih jauh adalah kemungkinan banyak pabrik akan mengalihkan operasinya ke negara-negara lain yang memiliki upah rendah seperti Vietnam. Beberap pertanyaan awal yang muncul adalah apakah China akan mampu mempertahankan upah buruh yang rendah dan akan mampu memperbaiki kualitas produk sesuai dengan kondisi pasar saat ini ? Berapa jauh keuntungan sistem Cluster ? dan Sejauh mana relevansinya ?  Pada saat yang bersamaan perusahaan akan berpikir untuk menempatkan posisi pabriknya yang tepat apabila kondisi perekonomian pulih kembali ( upturn ).

       Nilai atau manfaat dari sistem cluster adalah suatu ide baru bagi para ekonom barat , walaupun sistem tersebut mengingatkan kembali kepada tahun 1890 , yang dipopulerkan kembali oleh Michael Porter pada tahun 1990 dalam bukunya The Competitive Advantage of Nations . Ide tersebut digunakan China dalam membuat kebijakan dan kapitalisasi ekonomi dengan alasan ; Keunggulan ekonomi dengan melakukan kerjasama adalah merupakan konsep dari budaya China yang memiliki tradisi menjunjung tinggi nilai sosial dan saling mempercayai . Konsep tersebut dapat ditelusuri dari masa 3000 tahun lalu – Confucius : Apabila ingin membangun atau berhasil diri sendiri, ia harus membantu yang lainnya  untuk berhasil.
 
Para Penjahit di Cixi
 
       Spesialisasi di suatu wilayah banyak ditemukan di China. Para penjahit yang terkenal di Cixi dikenal dengan kemampuannya telah mengendalikan pembuatan pakaian di Beijing dari tahun 1680 – 1930. Sistem Cluster saat ini bagaimanapun merupakan suatu fenomena , yang  dikembangkan oleh tradisi Maoist ( Mao ) untuk mendorong kebutuhan sendiri atau mandiri secara lokal, yaitu suatu ide bahwa produksi dalam industri harus menyentuh sampai ke tingkat pedesaan.

       Berawal pada tahun 1958 dan berlanjut hingga 1960-an , kampanye atas lompatan besar Mao kedepan dihubungkan dengan lompatan besar kebelakang . Usaha skala kecil dan industri teknologi rendah  Ia arahkan untuk mengembangkan China dengan mengurangi produksi dengan 30 %, hasilnya banyak industri China seperti pabrik semen terfragmentasi dengan skala rendah dan menggunakan metode yang out of date , sementara wajah lainnya adalah keberhasilan otoritas China saat ini dalam membangun sistem cluster dalam rangka membuat lompatan ekonomi China - “ Mereka benar-benar cerdas dan mengetahui apa yang akan menguntungkan mereka “ demikian pendapat Benyamin Pinney , Seorang principal BCG di Kantor Shanghai.

       Dibeberapa wilayah , seperti Zhejiang yang merupakan subpropinsi dari Ningbo , dimana merupakan pusat para penjahit Cixi , para pembuat kebijakan China percaya bahwa dengan memiliki akar sejarah yang kuat, maka usaha diwilayah tersebut akan memiliki keuntungan khusus. Ningbo akhirnya diputuskan menjadi wilayah usaha perajutan/pemintalan . Dimulai dengan merubah pabrik-pabrik yang tadinya hanya melayani seragam militer menjadi pabrik garmen atau pakaian jadi yang lebih modis, melibatkan banyak usaha kecil untuk membentuk jenis usaha yang lebih spesifik. Saat ini di Zhejiang terdapat 2.000 perusahaan garmen , dengan out-put produksi sebesar 5 % dari total out-put tekstil nasional. Contoh lainnya adalah banyaknya pabrik pembuat magnetic recording heads untuk hard-drive komputer di Dongguan ( the Pearl River Delta ) yang diperkirakan out-putnya 1/3 dari dunia, dan pembuat keyboards yang diperkirakan 16 % dari seluruh komputer keyboards. Di Nanhai sebagai pusat pembuatan produk aluminium menguasai hampir 40% produk nasional . Zhejiang province’s Zhili township ,khusus membuat pakain anak-anak ; dan wilayah Datang di Sichuan province terpusat pembuatan kaos kaki dengan out-put 6 juta pasang kaos kaki per tahun. Dikisahkan lebih dari 1.000 cluster dicurahkan untuk produk ekspor.

      The Zhuhai Yacht Industrial Zone yang berada di pesisir selatan , sementara ini menjadi tuan rumah dari hampir 20 pembuat kapal laut ( boat ) , dan berhasil setelah memperoleh insentif atau bantuan dari pemerintah China, khususnya ketersediaan cluster industri. Beberapa insentif yang diberikan pemerintah tampaknya cukup penting, terutama untuk industri high-tech seperti biotechnology, dimana pemerintah memiliki peran penting langsung terutama atas keuntungan bisnis tersebut. “ China amat baik dalam pengembangan infrastruktur, yang membuat kota-kota tersebut mampu meningkatkan daya tarik, sebagai suatu cluster “ , hal tersebut disampaikan oleh David Lee , Seorang Partner dan Managing Director BCG kantor Beijing . China secara nyata membuktikan kemampuannya , selain membangun jalan, jembatan dan pelabuhan juga mampu mengembangkan pusat-pusat pelatihan dan lembaganya.

       Suatu contoh; pertumbuhan cluster biotechnology di Beijing , Shanghai dan Shenzen / Guangdong merupakan hasil dari beberapa kebijakan pemerintah China masa lalu , tahun 1970. Perubahan kebijakan besar yang pertama adalah mengizinkan 200.000 pelajar untuk memperoleh gelar pasca sarjana ( S-2 ) dalam bidang sciene di luar negeri, dan pada tahun 1986 pemerintah membuat rencana untuk melakukan pelatihan atas ratusan dari ribuan lulusan pasca sarjana dalam bidang biotechnology. Langkah berikutnya , pemerintah China mendorong para profesional biotechnology yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke China. Banyak keahlian yang diperoleh profesional China tersebut dalam bidang manajerial dan scientific ketika mereka berkarir di Amerika dan Negara lainnya.

       Di China hubungan sosial – kewirausahaan dengan pegawai pemerintah , kerap kali merupakan hal yang lebih penting dibandingkan barat , dan tidak mudah dalam memperoleh persetujuan atau izin dari pemerintah dengan memberikan sejumlah uang pelicin. Tidak seperti negara lain yang sedang memiliki pertumbuhan baik, pemerintah China lebih perduli kepada pertumbuhan industri secara umum yang memiliki nilai tambah  , dan bukan hanya terfokus pada perusahaan tertentu seperti masa lalu. Di Ningbo, suatu contoh ; pemerintah memulainya sebagai pemegang saham pada beberapa perusahaan lokal , dan saat ini pemerintah kerap kali mengorganisir perdagangan dan fashion show bidang industri tekstil , termasuk bidang biotechnology. Peran pemerintah yang dilakukan cukup efektif dalam mendukung dan memberikan enerji terhadap para wirausaha.

       Dari sisi korporasi, perusahaan-perusahaan menyukai pelayanan yang mereka terima didalam Industrial Parks , dimana cluster-cluster ditempatkan. Pemerintah memiliki saham pada Industrial Parks yang banyak menyebar di beberapa kota. Untuk perusahaan asing sangat diuntungkan dengan adanya Industrial Parks , dimana memiliki kantor untuk mengkoordinasikan kontak dengan para agen , seperti pengawas lingkungan lokal , otoritas pajak dan kantor pelayanan lainnya yang dibutuhkan perusahaan  .

       Hubungan yang kuat seperti ini sangat penting dalam suatu ekonomi yang bersifat “ semi –directed company “ , karena pelayanan yang dibutuhkan perusahaan akan lebih cepat , misalkan dalam memperoleh perizinan atau masalah pajak. Apabila melihat  sisi baik pemerintah  “ Untuk perusahaan lain diperlukan 3 bulan dalam memperoleh persetujuan, untuk kami mungkin hanya 3 hari “ , demikian yang diungkapkan seorang CFO kepada majalah CFO Asia, tetapi ada juga sisi buruk pemerintah ; persetujuan memakan cukup lama dan sulit, khususnya dalam memperoleh keterangan yang jelas, apabila muncul peraturan baru.

       Keberadaan Cluster otomotif sangat menguntungkan , sebab pemerintah membayangkan dengan adanya cluster tersebut akan membantu sektor lain, seperti baja dan chemical , tetapi Professor Marketing dari Wharton – John Zang berpendapat lain bahwa dengan subsidi BBM dimungkinkan untuk mendongkrak permintaan pasar otomotif di Shanghai , tetapi Chongqing dan pusat-pusat otomotif lainnya telah menyedot dana dari cluster lainnya dan menghambat pengembangan tekonologi hemat enerji.

       Cluster industri terbesar mayoritas terletak di dekat pesisir timur China , dimana telah memiliki infrastrukur yang sangat kuat dan menunjang. Dari survey yang dilakukan pada tahun 2006 oleh Jones Lang LaSalle , di pesisir timur China terdapat 138 perusahaan logistik asing dan domestik , bahkan hampir 85 % pergudangan berada pada wilayah ; Yangtze River Delta, Pearl River Delta dan Greater Bohay Bay. Di kota sebelah timur China , Chengdu terdapat beberapa perusahaan logistik , dimana hanya mampu melayani 5 % dari pergudangan dan aset lainnya.

      Beberapa perusahaan multinasional , seperti Intel Corp dan Ford Motor Co untuk membangun pabrik barunya , lebih memilih lokasi yang belum begitu berkembang dengan alasan harga tanah yang lebih murah tetapi memiliki prospek, buruh yang masih murah dan kemudahan pajak.

      Hampir satu dekade lalu , Pemerintah China telah mengeluarkan kebijakan “ Go West “ , dimaksud untuk mendorong distribusi penyebaran lebih luas secara geografis, tetapi banyak para investor lebih tertarik pada lokasi wilayah timur yang sebelumnya bukan merupakan cluster yang telah direncanakan , hal ini terbukti bahwa berdasarkan Cina Supply Chain Council , banyak investasi yang terkonsentrasi di kota propinsi terbesar , yaitu ; Chengdu ( 11 juta penduduk ) dan Chongqing ( 31 juta penduduk ) . Intel dengan dua pabrik barunya beroperasi di Chengdu’s Hi-Tech Zone yang menampung 968 perusahaan hi-tech , termasuk didalamnya 387 perusahaan Fortune 500. Chengdu juga telah menelurkan 20.000 Sarjana, Pasca Sarjana dan Doktor bidang elektronik setiap tahunnya . Berdasarkan Chengdu Business Guide , untuk menarik para investor, Chengdu memberikan potongan pajak menarik dan biaya penempatan lokasi hanya 1/5 dari Shanghai . Bagi para investor yang telah menempati Chengdu ( Dibangun tahun 2003 ) , faktor lainnya yang menarik adalah Lokasi yang strategis, kualitas sistem pendidikan dan tersedianya angkatan kerja terlatih. 

       Keberhasilan dari strategi “ Go West “ pemerintah China memunculkan problem baru , yaitu menghadapi kekurangan infrastruktur transportasi dan terlalu banyak birokrasi. Apabila suatu delegasi China mengundang para investor untuk bergabung di cluster yang telah disediakan , dengan kondisi seperti yang disebutkan, apakah akan menerima tawaran tersebut ? “ Hal yang sulit dijawab “ demikian menurut Pinney , “ karena hal ini tergantung siapa anda dan kemampuan anda menerima kondisi yang ada “ . Suatu contoh, Xian, yang memiliki akar sejarah wilayah timur China merupakan rumah dari pabrik pesawat terbesar dengan produknya knock off version untuk pesawat tempur Rusia, sehingga kota Xian memiliki para teknisi terlatih dalam industri pesawat terbang , dan menarik banyak investor , seperti ; McDonell Douglas, Boeing dan Airbus . Angkatan kerja tersebut menawarkan suatu keuntungan , yaitu efesiensi biaya . 

      Pada cluster-cluster baru yang ditawarkan oleh China cukup berbeda dengan cluster yang telah berjalan, yaitu banyak fasilitas yang tidak diperoleh sesuai dengan cluster yang telah ada . Pemerintah kota menyebarkan brosur dengan menawarkan dan menjanjikan suatu lokasi yang istimewa kepada perusahaan teknologi medical, semiconductor dan lainnya, dalam kenyataannya hal tersebut adalah merupakan “ wishful thinking “. Menurut David Lee : “ Anda tidak perlu masuk ke cluster baru untuk menjadi yang pertama atau terakhir “.

      Keberadaan cluster lama di China juga membuat suatu dilema , sisi positifnya cluster tersebut memiliki akses kepada banyak ahli dan partner bidang distribusi dan pemasok yang potensial, tetapi sisi lain perusahaan terhambat untuk berkembang lebih jauh , karena biaya yang lebih mahal, misalkan ; upah buruh yang trampil. “ Silicon Valley merupakan tempat yang luar biasa mahal dalam berbisnis , tetapi banyak perusahaan masuk kewilayah tersebut , sebab perusahaan akan memeperoleh orang-orang hebat , hal ini merupakan suatu logika bisnis “, mennurut Pinney. Jika anda akan membuat pabrik farmasi dan membutuhkan suatu inspeksi atau kontrol mutu , akan mudah para ahli ditemukan yang sangat memahami bidang bisnisnya.

      Bagi para perusahaan pemula yang akan bergabung di Cluster sangat mudah mencari buruh atau karyawannya, karena di wilayah tersebut para karyawan/buruh sangat mudah berpindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Di Nanjing dan Yangtze delta area menurut Penny ; para tenaga kerja trampil dengan mudahnya keluar – masuk ke perusahaan bahan kimia lokal dan asing, walaupun perusahaan tersebut telah menyediakan perumahan buat mereka. Keuntungan lain, dengan masuknya ke cluster industri, perusahaan akan memiliki peluang dan inovasi baru terutama perusahaan yang memberikan jasa pelayan khusus, contoh ; di Hangzhou , sebuah perusahaan yang berkembang cepat Han’s Laser memberikan jasa pelayanan kepada pembuat kancing untuk mencantumkan merk perusahaan ( mencetak nama perusahaan pada kancing ) dengan menggunakan laser, hal yang nampaknya simpel, tetapi mampu membuat nilai tambah hampir sepuluh kali lipat. Ketika suatu perusahaan menawarkan jasa khusus yang akan melipatkan nilai tambah seperti Han’s Laser , maka dengan sangat cepat akan menyebar , demikian pendapat Professor Marshall Meyer dari Wharton University yang melakukan riset khusus di China.

Lompatan berikutnya dari China

     Pada cluster tertentu tampaknya diperlukan suatu peninjauan kembali dengan cara-cara yang lebih baik, seperti cluster di wilayah Ningbo yang telah hadir selama 400 tahun , pada saat yang sama ada beberapa cluster yang akan mulai pudar . Dalam laporan khusus yang dibuat BCG dan Wharton secara umum pemerintah pusat China sedang melakukan usaha mendorong manufaktur untuk membuat produk yang bernilai tinggi. Disaat citra China sebagai negara dengan biaya buruh rendah mulai hilang , dan banyak perusahaan pindah ke Vietnam, China perlu melakukan suatu revitalisasai atas keunggulan komparatif yang pernah dimilikinya. 

      Beberapa cluster yang menampung mainan anak-anak dan tekstil ( menggunakan teknologi simpel ) tampaknya mulai pudar dari perhatian, terutama setelah tumbuh dan berkembangnya biotechnology. Beberapa lokasi juga tampak mulai berubah : Victor Du , seorang principle di BCG kantor Shanghai menyatakan perlu cluster yang masih memiliki biaya hidup yang lebih murah di sekitarnya. Apabila China mampu memotong biaya transportasi di beberapa wilayah cluster , maka China akan menikmati 5 % pertumbuhan investasi  dari investor asing, hal ini disampaikan oleh laporan Bank Dunia. 



 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow STRATEGY - I arrow Cluster Industry