Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday36
mod_vvisit_counterYesterday89
mod_vvisit_counterThis week370
mod_vvisit_counterThis month1022
mod_vvisit_counterAll31217

Who's Online

We have 1 guest online
Startegy


Managing Inventory: Apakah persediaan yang kecil akan selalu baik ?


Berdasarkan study , banyak perusahaan mempertahankan “arus kas bebas” nya dengan melakukan pemangkasan biaya daripada mendorong keuntungannya .

David M.Katz  CFO.com | US
September 2, 2009

Tidak semua resesi berdampak sama. Suatu contoh ; Menurunnya perekonomiaan saat ini, mengingatkan pada Charles Mulford tentang situasi yang berbeda pada 35 tahun yang lalu.

Pada tahun 1974, tahun pertama  terjadinya resesi selama dua tahun  yang dipicu oleh kebijakan uang ketat oleh Federal Reserve . Mulford  , saat ini dia seorang Profesor Akunting di Georgia Tech , terbang menuju laboratorium analisa keuangan dari Airport Tampa sebagai karyawan baru di perusahaan jasa akunting ( accounting firm ) . Muldorf mengenang kembali “ Mereka / perusahaan otomotif memiliki area / gudang dekat airport yang luas untuk menyimpan mobil – mobil baru .

Hal itu terjadi disaat Just in Time dan Supply Chain belum dikenal . Banyak perusahaan tidak mengelola persediaannya seperti yang dilakukan saat ini. Mereka hanya memproduksi , dan hanya merasa gelisah tentang penjualan produknya  di kemudian hari. Saat ini para manager cukup proaktif, disaat produksi dan penjualan menurun , dengan segera mengurangi persediaan , demikan menurut Mulford terhadap majalah CFO .

Respon yang kurang sensitif terhadap permintaan konsumen akan membebani perusahaan dan muncul pada kinerja perusahaan di kwartal kedua . Hal tersebut dikemukan oleh Mulford ketika dilakukan study tentang margin kas bebas pada perusahaan diluar sektor keuangan yang telah go public dengan kapitalisasi pasar sebesar $ 50 juta atau lebih dengan jumlah 3.518 perusahaan .

Perusahaan menemukan suatu penurunan besar dalam mengelola persediannya dimana tersimpan cukup lama , terutama apabila diperhitungkan dengan hutang dan piutang perusahaan.

Implikasinya ? dengan aktivitas pembelian dan penjualan yang semakin menurun, dikarenakan terjadinya resesi , korporasi tidak akan membiarkan banyaknya persediaan di gudang . Suatu contoh ; Jumlah hari tagihan perusahaan naik dari 45,9 hari per kwartal menjadi 46,4 hari pada bulan Juni 2009 . Kedua perhitungan tersebut merupakan perjalanan panjang atas menurunnya hari tagihan masuk  , yang pada Juni 2008 cukup lama 55,1 hari.

Menurut catatan Mulford ; “ seseorang yang memiliki tagihan ( A/R ) , yang lainnya akan memiliki kewajiban ( A/P ) “ . Kenaikan yang kecil atas lamanya tagihan atau pembayaran ( A/R days ) dibandingkan dengan pergerakan yang sama atas jumlah kewajiban yang dibayar ( A/P days ) naik dari 22,7 pada bulan Maret menjadi 23.5 hari dalam bulan Juni ( A/P days adalah jumlah hari atas pembayaran hutang usaha rata-rata dari harga pokok penjualan per hari ).

Secara kontras, para peniliti menemukan persediaan menurun sebesar 2 hari per kwartal , pada bulan Maret 22 hari menjadi 20,8 hari pada bulan juni 2009 . Sebagai pembanding, Juni 2008 adalah 24,2 hari.

Sungguh terlihat telah terjadi pengurangan persediaan korporasi, pengeluaran modal, dan pembayaran pajak dibandingkan dengan bertambahnya keuntungan perusahaan atau korporasi , yang dipicu oleh kenaikan margin kas bebas ( kas bebas diukur atas persentase pendapatan ) , hal ini berdasarkan laporan dari laboratorium keuangan atas free cash margin index dengan pengujian selama periode 12 bulan .

Selama 12 bulan yang berakhir Juni, marjin kas bebas korporasi melonjak sebesar 4.76 % , dibandingkan bulan Desember 2008 sebesar 4.12 % . Pada akhir Maret 2009 dalam periode 12 bulan marjin kas sebesar 4.60 % . Berdasarkan laporan tersebut menggambarkan bahwa kondisi perekonomian di Amerika masih berada dalam lintasan yang tepat .

Muncul suatu pertanyaan, apakah pemulihan ekonomi akan membentuk suatu “ V “ atau dobel “ V “ alias “ W “ ? . Suatu tanda-tanda baik   , yaitu naiknya marjin kas bebas korporasi diisaat menurunnya keuntungan operasional sebelum penyusutan, amortisasi dan biaya non tunai korporasi .

Menurut Mulford bersama koleganya ; Menurunnya keuntungan korporasi akan membuat pemulihan ekonomi tidak akan bertahan lama , sementara perbaikan atas marjin kas bebas berlanjut dan konsisten bersamaan dengan pebaikan harga saham sejak awal Maret 2009 , dalam jangka panjang tetap dibutuhkan perbaikan keuntungan korporasi.

Menurunnya keuntungan akan berdampak kepada menurunnya pajak , persediaan dan pengeluaran modal ( Pajak penghasilan perusahaan turun sebesar 0,99 % dalam bulan Juni , Maret 1,05 % dan Desember 2008 1,05 % dihitung dari persentase pendapatan ) .

Hal yang sama terhadap penurunan pengeluaran atas investasi baru ( capital expenditures ) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan marjin kas bebas korporasi, Pengeluaran investasi diukur dari persentase pendapatan turun sebesar 3,7 % dalam 12 bulan berakhir Juni 2009 , sementara akhir Maret 2009 sebesar 3,90 % . Pada akhir Desember 2008 adalah 4 % .

Dalam pemulihan perekonomian dibutuhkan suatu investasi baru atau capital expenditure ; perusahaan tetap harus memelihara marjin kas bebasnya , walaupun segalanya relatif kecil ( persediaan , dsb ) dan berapa lama hal tersebut akan berlanjut ? Ada suatu pertanyaan terbuka , “ How Long Will Small be beautiful ?

Catatan :
Marjin Kas Bebas : Keuntungan operasional perusahaan + penyusutan - penurunan modal kerja - investasi
 
 
Comment on this Article
 
Managing Inventory : How Long will small be beautiful  . Companies are maintaining free cash flow by cutting costs rather than spurring profits, according to a new study.
 
David M. Katz, CFO.com | US
September 2, 2009
 
Managing Inventory : How long will small be beautiful ?
 
The Current crisis will make the CFO or Accounting Directors getting head ache. I had experience managing inventory using the concept of Just In Time at Japan electronic manufacturer, AIWA, now as looser. There were many uncompleted finished products in store due to raw materials ( components and parts ) came late . In my opinion, Procurement Dept had an inane actions, why ? It had been so long happened. The impacts were on Company's Free Cash Flow , cause of high handling costs, interest, etc. Of course, We have done an operating analysis ( inventory turn over ) , but seemingly , many company executives didn’t understand about the results, and what next actions should be done . Presently, Aiwa had no factory in Indonesia .
Posted by Hendra Raharjaputra | Sep 9, 2009 5:29 AM ET
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow STRATEGY - I arrow Manajemen Persediaan