





![]() | Today | 13 |
![]() | Yesterday | 117 |
![]() | This week | 464 |
![]() | This month | 1116 |
![]() | All | 31312 |
Who's Online
We have 6 guests online| Hot News |
|
Sukses Aksi Magna
Oleh : Hendra S Raharjaputra Sumber : The Economist Posted : 11 September 2009 Perusahaan Rusia dan Kanada memenangkan pertempuran untuk mendapatkan General Motor Eropa Bangkrutnya General Motor , termasuk gagalnya GM dari pengendalian pemerintah, memberikan kesan pertama bagaimana suatu perusahaan raksasa bisa jatuh . Ditengah harapan yang muncul , setelah dalam periode yang relatif pendek untuk merestrukturisasi keuangan yang berakhir July ( Chapter 11 Protection) , GM akan dilahirkan kembali untuk mampu bangkit dalam suatu bisnis otomotif yang persaingannya sangat ketat. Suatu pengumuman oleh Konselor German, Angela Merkel pada Kamis , 10 September menunjukan betapa kecil kemungkinan GM untuk berjalan sendiri. GM telah memutuskan untuk menjual GM Eropa yang membuat Opel/Vauxhall kepada konsorsium yang dipimpin oleh Magna , sebuah perusahaan pembuat spare parts dari Canada. Model baru akan segera muncul dengan tampilan yang berbeda dengan pendahulunya.
GM dalam kondisi yang sangat prihatin , ketika memutuskan untuk melepaskan Opel/Vauxhall , tetapi GM membutuhkan dana untuk menutup hutang dan hak karyawannya , karena kerugian lebih dari $ 1 Milyar atau setara dengan +/- Rp. 10.000.000.000.000,- ( Rp. 10 Triliun ) per tahun . Suatu penawaran potensial muncul dengan suatu skema yang bervariasi untuk Opel/ Vauxhall , tetapi penawaran ini harus mampu memuaskan pihak GM dan Pemerintah German , yang telah membantu Opel/Vuxhall dengan sejumlah pinjaman . Pemerintah German akan memberikan suatu persyaratan lain terhadap Magna, karena Opel memiliki pabrik di German yang memperkerjakan hampir setengah dari 50.000 kryawannya di empat pabrik.
Keputusan GM untuk melepas GM – Eropa terhadap Magna memakan waktu hampir 4 bulan , dimana salah satu pesaing lainnya adalah RHJ International , perusahaan keuangan Belgia gagal . Magna yang berkelompok dengan Sberbak, sebuah Bank Rusia dan Gaz , Perusahaan otomotif Rusia sebelumnya telah merupakan favorit untuk memenangkan pertempuran ini.
GM digusarkan oleh permintaan pemerintah German dan Buruh yang mengancam akan melakukan “ aksi besar-besaran “ jika Magna bukan pemenangnya . Amerika sebelumnya berpihak pada RHJ , dan akan memberikan dana pinjaman sementara ( bridging loan ) untuk mempertahankan Opel/Vauxhall , tetapi kendala keuangan GM yang harus membayar pemerintah German sebesar 1,5 Milyar Euro memberatkan .
Dengan keberhasilan Magna , memberikan peluang bagi Gaz untuk memiliki hak intelektual atas Opel/Vauxhall , yang akan membuat Rusia memiliki pasar terbesar di Eropa . RHJ , salah satu penawar potensial , tertarik terhadap GM untuk melakukan “ turn around “ dan menawarkan kepada GM suatu hak membeli kembali sahamnya ( buy back ) , disaat proses perjanjian telah lengkap.
GM tampaknya tidak ada pilihan lain untuk memilih Magna . GM memiliki saham sebesar 35 % atas Opel/vauxhall. Aksi GM ini akan memberikan peluang untuk memiliki teknologi atas mobil kecil yang diharapkan sukses di pasar Amerika. Keraguan lain masih muncul, apakah Magna akan mampu mempertahankan Opel/vauxhall disaat sektor otomotif yang sedang kelebihan kapasitas .
Harapan GM terhadap Opel/Vauxhall masih ada , dan secara tegas ingin menunjukkan bahwa perusahaan otomotif global tersebut masih berjalan .
|
HOME
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - II
Sukses Aksi Magna
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - II
Sukses Aksi Magna 




