Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week12
mod_vvisit_counterThis month468
mod_vvisit_counterAll49330

Who's Online

We have 8 guests online
Finance

MANAJEMEN KAS
 
       Manajemen kas atas  suatu perusahaan memiliki tiga elemen penting antara lain ;
 
1)      Menentukan tingkat saldo kas dengan jumlah tertentu  untuk kebutuhan transaksi ( transaction ) , kebutuhan berjaga-jaga ( precautionary ) dan / atau memenuhi ketentuan saldo bank yang telah disepakati antara perusahaan dengan bank.
 
2)      Mengendalikan kas , khususnya yang berhubungan dengan penagihan piutang dagang, hutang dagang, pinjaman bank, dll ,  sebagai arus kas masuk ( cash – in flow ) dan jatuh tempo pembayaran ( cash – out flow ).
 
3)      Menjaga keamanan jumlah uang tunai atau uang kas perusahaan.
 
Menentukan tingkat saldo kas
 
       Beberapa pertimbangan para eksekutif keuangan  untuk menyimpan uangnya di bank seminimal mungkin, selain bunganya kecil, antara lain;
 
-         Pertama, menyimpan sesuai dengan kebutuhan operasional yang telah diproyeksikan dalam anggaran.
 
-          Kedua ,  menjaga hubungan baik dengan pihak bank
 
·        Memproyeksikan arus kas masuk dan arus kas keluar
 
Para ekskutif perusahaan perlu memproyeksikan arus kas masuk dan keluar berdasarkan kepada anggaran yang dibuat bersama dengan departemen lain ( master budget ) , termasuk melakukan analisa kas masuk dan keluar pada masa lalu sebagai acuan.

·        Faktor Keamanan
 
Dalam transaksi keuangan perusahaan ada beberapa pos yang dapat ditentukan sesuai anggaran , seperti membayar gaji , membayar sewa , membayar bunga bank/pokoknya, dan lainnya. Disisi lain ada pos biaya yang sulit diduga, misalkan ; Biaya yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan, aset yang tidak diasuransikan, kerugian yang tak terduga, , peraturan pemerintah yang berubah, perjalanan dinas, dan lainnya.
 
Memprediksikan kebutuhan kas yang diluar perkiraan tersebut tersebut , para eksekutif keuangan perlu menganalisa data masa lalu dan kemungkinan yang terjadi pada masa datang, untuk menjaga keamanan kas.
 
Model Manajemen Kas
 
       Secara ideal , para eksekutif keuangan harus memahami dan memanfaatkan perhitungan matematis dalam model manajemen kas, tujuannya adalah  
          
1.      Menentukan jumlah saldo kas rata-rata  
 
2.      Menentukan investasi jangka pendek atas kas perusahaan yang lebih pada sekuritas atau surat berharga jangka pendek ( marketable securities ) atau membayar pinjaman .
 
3.      Menentukan kapan menjual kembali surat berharga jangka pendek yang dimiliki atau meminjam uang dari bank, apabila perusahaan kesulitan keuangan .
 
-         Model Manajemen Kas yang sudah pasti.
 
Manajemen kas atas pos-pos pemasukan ( cash-in flow ) dan  biaya  ( cash-out flow ) yang sudah dapat diprediksi dan pasti , rumus perhitungannya  hampir sama dengan model manajemen persediaan ( EOC ) yaitu menghitung jumlah saldo kas maksimal, biaya transaksi, bunga , dan total biaya,  yang akan dibahas pada sesi atau bagian berikutnya.  

      Seperti yang telah dibahas sebelumnya, alternatif investasi pada instrumen finansial atau aset-aset / sekuritas  jangka pendek            ( marketable securities ) dalam prakteknya banyak pilihan, misalkan ; obligasi yang dibeli oleh PT. Astra Agro Lestari, Surat hutang ( Promise Notes ) yang dikeluarkan perusahaan lain, dan lainnya dengan tempo dibawah 1 tahun.
 
Ketika perorangan atau perusahaan menyimpan uang dalam bentuk deposito ( saving deposit ) , ada hal yang tanpa disadari bahwa bunga yang anda peroleh dikenakan pajak penghasilan ( PPh ) atau biaya transaksi lainnya , yang mengurangi penghasilan bunga anda. Hal yang sama terjadi pada sekuritas yang anda atau perusahaan  miliki , yaitu adanya biaya yang harus dikenakan , antara lain  :
 
1)      Biaya Transaksi ( Transaction Costs ) :
 
Biaya transaksi adalah biaya yang secara relatif tetap yang harus dikeluarkan pada saat membeli atau menjual surat berharga jangka pendek atau pinjaman bank. Biaya tersebut secara umum berupa Biaya broker, Biaya administrasi , dan lainnya yang berhubungan dengan membeli atau menjual surat berharga tersebut.
 
2)      Biaya Peluang ( Opportunity Costs )
 
Biaya peluang adalah merupakan refleksi dari bunga yang diperkirakan akan diterima dari surat berharga ( investasi ) atau bunga yang terhutang pada bank ( pinjaman ) 



                                             
Keterangan Gambar I.4-1
 
-         Apabila saldo kas perusahaan rendah , maka perusahaan akan melakukan banyak transaksi untuk menutupi kekurangannya , baik berupa meminjam uang atau menjual surat berharga yang dimiliki.  biaya peluang    ( opportunity costs ) bersifat variable .
 
-         Apabila saldo kas perusahaan melebihi dari kebutuhan transaksi, maka biaya transaksi akan menurun , karena bersifat tetap ( fixed )
 
-         Biaya total akan menyentuh titik optimal, yang mana saldo kas sudah sesuai dengan kebutuhan, dan biaya total sudah minimum.
 
Contoh :
 
      P.T. ABC membutuhkan uang kas/bank rata-rata pertahunnya sebesar Rp. 180 ,- Milyar. Biaya transaksi berdasarkan pengalaman P.T. ABC adalah Rp.10.00.000 ,- per transaksi        ( broker fee, Administration expenses/fee, provisi , dll ). Tingkat bunga yang ditetapkan 10 %. 

 
 

 
Posted by : SS
Source     : Cash Flow Management (  MODUL  I - hal 18  /  HSFAMES )