





![]() | Today | 7 |
![]() | Yesterday | 52 |
![]() | This week | 397 |
![]() | This month | 3021 |
![]() | All | 46245 |
Who's Online
We have 50 guests online| Hot News |
|
Kerangka-kerja untuk membangun Customer Experiences 2:12 PM Thursday June 11, 2009 Posted : 20 Oktober 2009 by HSFAMES
Dalam rangka membantu para klien / perusahaan untuk mengerti bagaimana melakukan pemetaan masalah internal untuk membangun pengalaman pelanggan , kami sampaikan kerangka kerja yang akan membantu cara - pikir kita ;
Systems: Setiap perusahaan memiliki suatu sistem utama / inti yang melayanai , sebagai fondasi atas usaha mereka . Suatu contoh yang jelas adalah sistem IT ERP, Accounting, CRM dan sejenisnya . Ada yang mungkin agak kurang jelas, tetapi dalam suatu kasus tertentu cukup penting sebagai fasilitas , seperti real estate, aritektur dan infrastruktur.
Procedures: Kebijakan, Proses, dan Aturan bisnis yang memberikan hal yang logis untuk menjalankan suatu usaha / bisnis . Beberapa diantaranya ditanamkan dalam sistem , dan lainnya diajarkan kepada para karyawan .
Touchpoints: Suatu tempat dimana transaksi atau hubungan kerja dengan para pelanggan terjadi , secara spesifik dijelaskan seperti ; dalam toko , call center, online, dan lainnya .
Interactions: Suatu kegiatan antara karyawan perusahaan dengan pelanggan terjadi interaksi . Interaksi ini begitu sangat besar, dan sering terjadi . Di Bank , ketika anda menyetorkan , menarik uang , membayar tagihan, transfer membuka/menutup rekening , meminta kredit dan lainnya .
Experiences: Jumlah atau kolektivitas dari apa yang para pelanggan peroleh dari interaksi tersebut dari anda , adalah apa yang akan anda peroleh kemudian .Masih banyak perusahaan tidak memiliki suatu rencana yang sungguh-sungguh terhadap customer experiences - yaitu suatu desain dari dalam organisasi keluar .
Harapan yang besar dan nyata ketika perusahaan berinisiatif untuk menggunakan CRM atau Customer Relationship Management , adalah para pelanggan akan merasakan suatu pengalaman belanja atau pelayanan dengan hati yang puas . Edmund Tribue mengomentari ; Banyak perusahaan telah konsentrasi pada proses yang telah dibuat secara otomatis untuk pengguna internal mereka
, tetapi bagaimana tentang pelanggan ? . Suatu ilustrasi dari kerangka berpikir dari sasaran CRM adalah Meningkatkan penjualan, mengendalikan penjualan silang antar produk, meminimalkan sumber daya, menurunkan biaya pendukung dan menurunkan biaya distribusi atau transportasi . Sasaran tersebut diatas merupakan tinjauan kedalam perusahaan sesuai dengan kepentingan perusahaan yang muncul dari tuntutan luar perusahaan atau inside-out view , dengan proses dan matrik internal yang telah dibuat .
Para pelanggan tidak memiliki suatu ide atau pemikiran , apa yang terjadi dibawah lapisan-lapisan yang berada dibawah interaction , padahal para pelanggan telah diakali oleh suatu kerangka pikir yang telah dibuat oleh perusahaan.
Untuk itu perusahaan perlu memahami apa yang harus dibuat demi pengalaman para konsumen atas kepuasan yang diperoleh, dengan mengkoordinasikan masalah pokok; interactions, touchpoints, procedures, and systems untuk mendukung program tersebut.
Dimulai dengan suatu prototype - suatu penjelmaan atas pengalaman pelanggan , targetnya harus mampu menyeimbangkan atas empat masalah pokok - interactions, touchpoints, procedures, and systems yang akan mendukungnya, dan bukan satu arah . Dimulai dari outside in apa yang dibutuhkan oleh pelanggan merupakan suatu keputusan terbaik dalam membuat kerangka pikir inside out .
Peter Merholz is a founding partner and president of Adaptive Path, an experience strategy and design firm. He has worked with a wide variety of clients from large multi-national companies to smaller, avant-garde firms and start-ups. Past clients include Hallmark, Socialtext, Intuit, United Airlines, and The Vanguard Group. Peter is an internationally recognized thought leader on user experience. He co-authored Subject To Change: Creating Great Products and Services for an Uncertain World, published by OReilly. Peters thought leadership is perhaps most dubiously demonstrated in his coining of the term blog in 1999 when it was a nascent genre. |
HOME
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - I
Customer Experiences
BIZ_TALKS SITES
STRATEGY - I
Customer Experiences 




