Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday69
mod_vvisit_counterYesterday76
mod_vvisit_counterThis week230
mod_vvisit_counterThis month882
mod_vvisit_counterAll31078

Who's Online

We have 17 guests online
Hot News

 
'Homepreneur' terus bertambah !


Suatu riset menunjukkan bagaimana suatu bisnis yang dilakukan dari rumah semakin diminati : Terhitung hampir dari setengah binis di Amerika dioperasikan dari rumah , dan membuka lapangan kerja lebih banyak dari perusahaan biasa.



Stephen Labuda, 35,  akan merekrut karyawan yang ke -5 untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang Web , yang ia jalankan di Cambridge, Mass .

By John Tozzi   ( BusinessWeek )

Lebih dari setengah usaha yang dilakukan di Amerika dilakukan dirumah. Usaha tersebut kerapkali dianggap sebagai suatu usaha yang hanya merupakan hobi, dan dianggap aneh. Suatu riset menunjukkan lain, hampir 6,6 juta para pengusaha melakukan usahanya dari rumah, atau dikenal dengan “ Homepreneur “ , yang mempekerjakan setidaknya setengah dari pendapatan rumah-tangga pemilik. Satu dari 10 pekerja sektor swasta bekerja pada para homepreneur tersebut. Usaha yang dilakukan lebih kompetitif dibandingkan dengan usaha yang konvensional, atau di “ commercial space “.

Anda dapat menjajaki atas naiknya busnis yang dilakukan di rumah , mulai dari tahun 1980 yang dikenal dengan telecommuting sampai digunakannya internet pada tahun 1990 . Kolaborasi online, smartphone , penggunaan komputer mempercepat “ trend “ atas homepreneur . Menurut suatu riset, munculnya para homepreneur tersebut menyumbangkan terhadap perekonomian yang cukup berarti. “ Kami melihat bisnis yang dilakukan di rumah akan menjadi suatu “ real business “ demikian menurut Steve King , dari Emergent research , perusahaan riset dan konsultansi kecil yang ia jalankan bersama isterinya, Carolyn Ockels dari rumah mereka di Lafayette,Calif. Perusahaan tersebut melakukan analisa data – Sensus Amerika dan riset atas busines usaha kecil sebanyak 1.500 perusahaan ,  yang disponsori oleh Network Solutions dan  University of Maryland's Robert H. Smith School of Business.

 
Diterima dengan luas dan legitimasi
Hasil riset didapat , 43 % dari usaha yang dilakukan dirumah menyumbangkan setidaknya setengan dari penghasilan rumah tangga. Diperkirakan 35 % memperoleh pendapatan diatas   $125,000, dibandingkan dengan  75% terhadap usaha yang tidak dilakukan di rumah( commercial space ) . Ukuran tersebut terhadap usaha kecil dengan aspek kunci dalam usaha , yaitu ; menjalankan usaha, akses terhadap modal , keuntungan pekerja, pemasaran dan inovasi. Rata-rata mereka memiliki dua karyawan , termasuk pemilik . Apabila ditotalkan mereka mempekerjakan lebih dari 13 juta karyawan. King mencatat , pada tahun 2008 usaha yang dilakukan oleh perusahaan ( non home based / commercial space ) mempekerjakan hanya 12,1 juta . ( data dari National Venture Capital Association.)

Mereka melakukan operasional usahanya sebagian besar dari rumah sendiri atau tempat tinggal lainnya sebagai kantor pusat. Para homepreneur mengerjakan tugas atau ordernya di rumah atau kantor klien. Berbagai jenis usaha atau industri telah dilakukan dirumah , tetapi sektor usaha yang paling banyak adalah jasa profesional, konstruksi , retail dan pribadi  . 
 
Adanya “ trend”, penggunaan internet, komputer, smartphones mendorong suatu pertumbuhan bisnis rumah yang makin canggih . Pertama adalah teknologi yang membuat segalanya mudah dalam menjalankan usaha dimanapun, hal pentingnya lainnya adalah bahwa melakukan usaha di rumah membutuhkan suatu legitimasi .

Labuda mengenang : “ Ketika saya memulai usaha, saya sungguh merasa didorong untuk menyewa ruang kantor , hal ini agar tampak usaha saya serius dilakukan untuk menjamu para pelanggan yang akan datang. Akhirnya ia berpikir – nggak masalah pelanggan tidak datang untuk  mengunjungi dia , karena  sebagian besar pelanggannya bertemu dengan dia di “ coffee shop “. Apabila dibutuhkan , Labuda menyewa ruangan untuk konferensi atau meeting dengan para pelanggannya .
 
Biaya yang rendah merupakan sisi kompetitif
Sampai saat ini Labuda tak pernah merasakan , bahwa bisnis yang dilakukan dirumahnya merusak reputasi bisnisnya ( Agency3 ) . Menurutnya malah merupakan nilai jual yang baik , merupakan suatu refleksi atas harga yang kompetitif , dimana tidak membutuhkan biaya overhead yang tinggi, apabila dibandingkan dengan pesaing yang melakukan bisnis yang menyewa ruang kantor. Sungguh merupakan suatu bisnis rumahan yang menarik . Hasil suatu analisa , bahwa bisnis rumahan memiliki omzet penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan bisnis di ruang komersial, tetapi memiliki keuntungan bersih ( net profit ) yang lebih besar: 36%, vs. 21% untuk usaha yang non home base .
 
King memprediksi bahwa perusahaan besar akan melakukan “ alih daya “ dari para “ homepreneur” dalam rangka mengurangi “ fixed Costs “ . Menurut King, bisnis rumahan akan berlipat ganda pada beberapa tahun mendatang .
 
Tozzi covers small business for BusinessWeek.

Posted by : AF ( Oct 26,2009 )
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow Homepreneur bertambah