Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday13
mod_vvisit_counterYesterday117
mod_vvisit_counterThis week464
mod_vvisit_counterThis month1116
mod_vvisit_counterAll31312

Who's Online

We have 11 guests online
Hot News


Siapa Rival Nano –Tata ?



Hampir dua tahun setelah peluncuran mobil seharga +/-  Rp. 25 juta , tidak ada tanda-tanda serius muncul dari para pesaing.


                 
                        BAJAJ                                                                     MARUTI ALTO

By Mehul Srivastava, Ian Rowley and Moon Ihlwan

 
Sejak peluncuran kendaraan seharga Rp. 25 juta dua tahun lalu oleh Tata Motor , yaitu pada January 2008 di New Delhi Auto Expo, para analis dan reporter memperkirakan akan ada pesaing yang akan membuat kendaraan murah sekelas Nano.

Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda muncul pesaing untuk kendaraan murah tersebut. Rival terdekat potensial untuk memanfaatkan pasar otomotif yang masih terbuka adalah Bajaj , sebuah perusahaan otomotif yang dominan membuat roda dua di India . Bajaj dan Nissan-Renault merencanakan akan melakukan aliansi strategis , yang mereka sampaikan pada Mei 2008 untuk membuat kendaraan yang sama sebagai “ Nano Killer “  . Bajaj pernah menunjukkan suatu protipe dari body kendaraan yang akan dibuat, satu hari sebelum Nano diluncurkan. Pimpinan tertinggi Nissan –Renault Charles Ghosan pernah menyampaikan bahwa strategi aliansinya dengan Bajaj untuk meluncurkan kendaraan murah sekelas Nano akan dilakukan pada tahun 2011 , dengan kapasitas pabrik sebesar 400.000 unit .

Walaupun detail atas rencana pembuatan kendaraan murah tersebut telah dibuat , sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan realisasinya . Dua eksekutif Bajaj mengemukakan kepada BusinessWeek . Perusahaannya mengalamai kesulitan untuk membujuk para pemasok untuk melakukan riset dan pengembangan yang agresif dalam rangka menekan harga , sehingga menjamin kelangsungan aktivitas pasokan terhadap Bajaj . Wakil Eksekutif  Nissan untuk Africa, the Middle East, dan Eropa , Colin Dodge, menyatakan pada minggu lalu, Nissan saat ini telah melakukan effesiensi yang maksimal dan saat ini sudah merupakan terendah.  " Proyek mobil murah sekelas Nano sulit dilakukan “ . “ Merubah kendaraan roda dua ( Bajaj ) menjadi roda empat amatlah menantang, tapi hal tersebut masih bahan pertimbangan Nissan .Dodge menolak berkomentar, kapan kendaran tersebut akan diluncurkan  atau apakah menggunakan merk atau logo Bajaj, Nissan atau Renault .

Kemana Hyundai?
Hyundai , Korea Selatan,  melakukan aksi yang sama , mengambil jeda waktu. Pembuat kendaraan terbesar kedua di India , hampir dua tahun merencanakan akan membuat kendaraan 800 cc , tiga cylender , yang harganya lebih murah dari kendaran yang telah dibuatnya , Santro yang harganya +/ Rp.50 juta. Andaikata Hyundai mampu membuat kendaraan tersebut, Hyundai akan tetap membatasi ambisinya untuk tidak mengekspornya ke China, walaupun negara tersebut merupakan pasar otomotif terbesar didunia.  

Walaupun sukses di India , “ Hyundai akan tetap mempertimbangkan resiko bisnis atas peluncuran kendaraan murah tersebut “ . Pabrik Hyundai – India, kapasitasnya hampir penuh , demikian menurut Lee Hang Koo, seorang ahli otomotif dari Korean Institute for Industrial Rconomics & Trade di Seoul, yang merupakan “ think-thank “ dari Industri otomotif di Korea Selatan . “ Bukan suatu perhitungan bisnis yang baik, apabila meluncurkan kendaraan yang belum jelas keuntungnya dan berapa jumlah unit yang akan dibuat “ demikian lanjut Lee, yang tidak mengharapkan Hyundai untuk membuat kendaraan murah menjadi prioritas.

Sampai pada kemunculan Nano, Maruti Suzuki mengklaim sebagai kendaraan termurah di India , dengan Maruti-800 rentang harga nya +/- Rp. 35 juta – Rp. 40 Juta . Saat ini perusahaan , yang sahamnya 54 % dimiliki Suzuki Jepang telah menggeser segmennya .

Pada tahun 2007 Suzuki meredesain Maruti 800 menjadi Maruti Alto , yaitu merubah versi untuk menaikan segmen dengan AC, Jok yang nyaman dan tampilan yang lebih baik , dengan harga Rp. 45 juta. Maruti Alto pernah meraih kendaraan terbaik di India . Bukanlah suatu kejutan disaat Nano hampir sampai ke puncak , Suzuki Chief Executive Osamu berkomentar . Suzuki menyatakan perusahaan otomotif Jepang tidak akan mengikuti cara Tata . 
Sikap dasar kami ( Suzuki ) adalah sangat perduli apa yang akan dilakukan orang lain . “ Kami tetap akan maju kedepan dengan cara yang kami miliki “ Demikian eksekutif Suzuki mengomentarinya .

Sedikit Insentif
Keraguan para pembuat otomotif dunia muncul, ketika kendaraan murah seperti Nano dibuat. Bajaj dan Nissan memperkirakan bahwa akan terjadi kerugian yang tidak diperkirakan atau tersembunyi. Kendaraan Nano sebetulnya jauh dari menguntungkan , walaupun dibuat dalam kapasitas penuh, sejumlah  250,000 unit sampai tahun 2012 . Bagi pendapatan Tata Group , pembuatan Nano hanya akan menyumbangkan prosentase keuntungan yang sangat kecil, demikian Vaishali Jajoo,seorang analis dari Angel Broking di Mumbai .

Tata telah menjual hanya 7.500 Nano dengan marjin keuntungan yang kecil, disaat komoditi besi dan bahan pendukung lain harganya sangat fluktuatif , sementara penjualan Nano lambat . Tata merencanakan akan membuat Nano untuk pasar ekspor dilengkapi dengan power window dan AC untuk meningkatkan marjin keuntungan dengan harga Rp. 32 juta .  

Untuk pasar ekspor , Tata harus melakukan tambahan investasi berhubungan dengan masalah keamanan kendaraan , kendaraan akan lebih berat, dan membutuhkan perbaikan dalam sistem elektriknya .  Tata harus berjuang keras untuk memperoleh suatu kesan menjadi pembuat kendaraan murah , tetapi aman dan nyaman , dengan label Made-in India. Sejak September lalu, tiga unit Nano diperbaiki karena ada bagian plastik yang panas terbakar , penyebabnya adalah terjadinya hubungan arus pendek . Tata menyatakan akan terus melakukan audit atau pemeriksaan atas Nano yang telah terjual , termasuk stok yang ada , dan meminta para pemasok untuk memasok “ Tombol Kombinasi otomatis “ .

Sampai Nano diluncurkan pada tahun 2008, banyak para pengusaha otomotif merasa skeptis atas mobil super murah tersebut . " Mereka ( Bajaj, Nissan, Suzuki ) belum mulai merealisasikan untuk membuat mobil murah sebagai pesaing “ demikian  Prakash Telang, the managing director of Tata Motors. " Tetapi kami sangat menyadari bahwa kenyataan untuk bersabar tidak boleh pudar “ demikian lanjutnya.

Srivastava reports for BusinessWeek from New Delhi. Rowley  is a correspondent in BusinessWeek's Tokyo bureau. Moon  is BusinessWeek's Seoul bureau chief.

 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow Siapa Rival Nano ?