





![]() | Today | 12 |
![]() | Yesterday | 52 |
![]() | This week | 402 |
![]() | This month | 3026 |
![]() | All | 46250 |
Who's Online
We have 68 guests online| Hot News |
|
" Keputusan GM menuai kontroversial " Keputusan General Motor untuk menggagalkan penjualan Opel kepada suatu konsorsium yang dipimpin oleh Magna, perusahaan Austria – Canada , produsen suku cadang , telah membuat malu dan marah pemerintah German , dan para pekerjanya. Setelah beberapa bulan melakukan perundingan, secara tiba-tiba “ GM menarik rem tangan” untuk tidak melepas Opel kepada pihak lain. Suatu keputusan yang sulit diperkirakan , yang mana keputusan tersebut muncul pada 3 November lalu, yang berakibat operasional GM di Eropa tidak menentu, kecuali SAAB di Swedia.
Menteri Ekonomi German, Rainer Brüderle, menyatakan bahwa perilaku GM benar-benar tidak dapat diterima. Kemarahan yang sama muncul dari serikat pekerja yang akan melakukan pemogokan terhadap Opel , karena dengan rencana GM melakukan suatu “ turn around “ akan memangkas banyak pekerja . Bantuan pemerintah German untuk rencana me-restrukturisasi Opel tehadap Magna sebelumnya , yang dijamin oleh Komisi Eropa , diharapkan GM akan berlaku baginya dalam rangka menyelamatkan Opel, hal ini dianggap suatu yang janggal.
Ketika GM dinyatakan bangkrut pada tahun lalu, ada beberapa opsi . GM Eropa dibuat di German dan Britana , dengan merk Vauxhall, tetapi beberapa produksi lainnya di Spanyol, Polandia dan Belgia. Suatu rencana logis yang berhubungan dengan rasionalisasi kapasitas produksi , yang ditawarkan oleh Fiat – Italia . Penawar lainnya adalah RHJ – Belgia , suatu Investor Keuangan , yang tertarik kepada Opel , karena Opel diberikan kesempatan untuk membeli kembali sahamnya , setelah dilakukan suatu “ turn around “ . Magna adalah penawar lainnya , yang dianggap merupakan penawar yang beresiko, dengan menggandeng Bank Pemerintah Rusia, Sberbank , yang akan menguntungkan pemerintah German berhubungan dengan pemilihan umum pada September lalu. Magna berjanji akan menyelamatkan buruh GM sebanyak 25.000 orang .
Pada akhir Agustus lalu, disaat tanda-tanda ekonomi pulih, Dewan Direktur GM menguji kembali kemungkinan untuk tetap mempertahankan Opel , suatu hal yang dianggap logis disaat suatu bisnis secara fundamental menunjukkan masa depan yang baik, ksususnya yang berhubungan dengan kendaraan kecil yang akan memberikan kontribusi keuntungan bagi kantor pusat atau parent company . Hal lainnya adalah Ford Eropa telah memberikan peran penting dalam membantu untuk menghindari kebangkrutan GM.
Dalam beberapa minggu kemudian, GM merubah arah atas penawaran yang dilakukan Magna , dengan alasan bahwa Magna hanya didukung oleh Angela Merkel , seorang kanselor German, dimana pemerintah German menjajikan pinjaman senilai 4,5 milyar poundsterling, yang tidak dilakukan kepada penawar lainnya. Atas dukungan pemerintah German terhadap Magna membuat para dewan direktur GM merasa runtuh.
Menuai Banyak kekhawatiran
Bagaimanapun, disaat GM melakukan suatu yang dianggap tidak wajar oleh pemerintah German, muncul perasaan kecewa para eksekutif di kantor pusat Detroit, khususnya ada suatu kekhawatiran adanya kebocoran hak intelektual yang dimiliki GM atas merk Opel kepada Gaz, suatu perusahaan otomotif Rusia, yang merupakan partner dari Magna . Apabila pengambil alihan dilakukan Magna, GM memiliki 35 % saham , hal lainnya yang ditakutkan GM adalah membawa suatu kesulitan hubungan antara pemilik baru dengan pemilik lama di kantor pusat atau parent company . Para analis industri mengutuk aksi Magna, karena dengan merubah haluan dari hanya membuat “ suku cadang “ merangkap menjadi perakit atau pembuat kendaraan akan menjadi bumerang bagi Magna sendiri , karena para perusahaan otomotif yang sebagian besar “ suku cadang “ nya dipasok Magna akan merasakan persaingan dari Magna sendiri, diantaranya Volkswagon yang mengancam akan memutus hubungan bisnisnya dengan Magna .
Keputusan GM untuk tetap mempertahankan Opel , dimungkinkan adanya campur tangan pejabat komisi persaingan Eropa , Neelie Kroes . Ia seperti semua orang mencurigai pemerintah German memberikan keuntungan kepada Magna dalam kondisi untuk mempertahankan pabrik dan lapangan kerja , yang sebenarnya telah melanggar aturan persaingan usaha dengan menguasai pasar. Pemerintah Ms.Merkel harus membuat surat kepada Brussel untuk membantah dan berjanji bahwa bantuan yang diberikan kepada Opel berlaku bagi siapapun. Menjual Opel kepada Magna bukan hanya satu opsi saja.
Rencana strategi GM untuk melakukan pemulihan Opel dari kerugian adalah memangkas biaya tetap atau fixed costs dengan 35 %, menutup beberapa pabrik , dan mengurangi karyawan sebesar 10.000 orang dari 50 .000 orang. Perusahaan atau divisi manufaktur dan penjualan akan digabung menjadi satu , berpusat di Frankfrut . GM membutuhkan 3 milyar poundsterling bantuan pemerintah dimana Opel beroperasi. Pemerintah German telah memberikan bantuan kepada Magna sebesar sepertiga dari 4,5 milyar poundsterling, dan pada akhir bulan ini Magna harus mengembalikan bantuan tersebut.
Pemerintah German akan melakukan pembicaraan kembali dengan GM yang diperkirakan Opel masih memiliki masa depan . Catatan : " Turn Around " = Dalam konteks disini adalah suatu aksi merubah haluan yang akan dilakukan manajemen GM dalam upaya memperbaiki kinerjanya dari kerugian menjadi untung . Rencana aksi tersebut adalah memangkas biaya, menutup beberapa pabrik, menggabungkan beberapa divisi menjadi satu. Sumber : The Economist Posted : HSFAMES ( 05/11/09 ) |
HOME





