Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7
mod_vvisit_counterYesterday52
mod_vvisit_counterThis week397
mod_vvisit_counterThis month3021
mod_vvisit_counterAll46245

Who's Online

We have 37 guests online
Hot News


Unggul dalam kondisi krisis


Masalah kepimpinan muncul kembali, disaat perekonomian menurun. Pemecahannya hanya ada pada karakter dan keteguhan hati para pemimpin bisnis

By Geoff Colvin, senior editor at large

       
    Steve Jobs : CEO of the decade

Ia menghidupkan kembali Apple dan memperbaiki semua industrinya, menantang kondisi ekonomi yang memburuk sejak depresi berat , dan dalam kondisi kesehatan pribadinya  yang semakin memburuk .

(Fortune Magazine) – Pelaku bisnis senang menceritakan kepada saya tentang masalah yang mereka hadapi, dan dalam kondisi lemah disaat resesi , mereka menggambarkan tiga masalah , yaitu memperbaiki kepimpinan, merubah budaya perusahaan dan bakat . Masalah yang muncul disaat kondisi perekonomian menurun , yang sangat mereka khawatirkan  . Dibawah ini hal-hal yang perlu diperbaiki ;

Pemimpin kami tidak bereaksi dan beraksi.
Ini merupakan masalah resesi yang klasik : para pegawai merasa frustasi dimana mereka ketakutan , disaat para pemimpinnya lari dari masalah  daripada melakukan langkah-langkah kedepan yang harus ditangani .

Sangat disayangkan apabila para pemimpin hanya mampu mengutuk kondisi yang buruk tersebut , bukan mengatasinya . Disaat krisis , para pemimpin bisnis harus meluangkan waktu lebih banyak ; melakukan kontak telepon, mengadakan meeting, mengurangi jarak penglihatannya , dan mereka terutama harus mencari informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang sangat penting . Setiap tekanan akan mendorong mereka untuk masuk lebih dalam lagi kemasalah yang dihadapi oleh perusahaan atau istilahnya "hunker in the bunker," seperti yang disampaikan oleh CEO American Express  Ken Chenault kepada saya .

Morgan Stanley's (
MS, Fortune 500) John Mack adalah merupakan seorang pemimpin yang berjuang keras dalam kondisi krisis . Disaat kondisi perekonomian mulai menurun , perusahaannya tidaklah sekuat Goldman Sachs (GS, Fortune 500),  juga tidak sekuat  Lehman Brothers. Ia berada ditengah mereka , sehingga banyak pengamat meragukan kemampuan Mack .

Ia ( Mack ) tidak memiliki semua jawaban , bahkan pemimpin terbaikpun tak pernah melakukannya , tetapi ia kerap kali bicara terhadap pelanggan, para karyawannya dan publik apa yang ia ketahui dan apa yang ia sedang pikirkan tentang masa depan perusahaannya . Ia juga menjawab kritik atas maklumatnya tentang rencana pemotongan bonus sebelum yang lainnya, seperti perusahaan Wall Street melakukannya . Itu merupakan textbook kepemimpinan .

Jika para pemimpin bisnis anda tidak bereaksi dan beraksi , katakan pada mereka : Dengarkan apa yang kami ( para karyawan ) katakan, bukan apa yang mereka ( pemimpin ) inginkan ; Itu adalah taktik yang digunakan oleh salah satu eksekutif di pabrik Midwestern .

Budaya kami tidak membiarkan kami beradaptasi .
Pemulihan ekonomi mungkin dalam kondisi lambat, tetapi perusahaan terbaik menyesuaikan terhadap perubahan dunia , sebelum perubahan tersebut tampak sangat jelas ( antisipatif ) .

Memang tidak terlalu mudah . Seorang HR Manager perusahaan metal saat ini menyatakan , ia sedang kondisi gila untuk mencoba perubahan criteria dalam rangka melakukan promosi di perusahaannya , dimana suatu hal yang penting dalam rangka pertumbuhan melalui pemangkasan biaya . Budaya menilai para manager yang telah terbiasa berperilaku buruk , dan sulit untuk merubah.

Manager perlu menyadari bahwa suatu perubahan budaya , suatu hal penting . Perhatikan Thomson, yang sebelumnya merupakan salah satu penerbit surat kabar terbesar dunia , pada tahun 2000 ditetapkan sebagai penghasilan terbesar dari iklan setiap tahun , keluar dari bisnis surat kabar secara total.

Perubahan tersebut tampaknya memang “ gila “ , tetapi Thomson ( sekarang Thomson Reuters / TRI ) sedang menyesuaikan terhadap dunia yang akan datang . Budaya yang mendorong cara berpikir yang radikal ; pada decade sebelumnya perusahaan bergerak masuk dan keluar , misalkan perusahaan minyak, penerbangan dan bisnis lainnya .

Tak beruntung, merubah  suatu budaya yang telah membeku merupakan hal yang sia-sia, kecuali anda adalah seorang bos . Saya bicara pada seorang HR manager bahwa ketika perekonomian dengan segera pulih, saatnya untuk berubah .

Kami tidak bisa membersihkan eksekutif atas.
Anda akan berpikir bahwa resesi saat yang mudah untuk membersihkan para eksekutif yang tidak mampu , karena anda akan melihat dengan jelas siapa mereka sebenarnya, dan perlu dipangkas .

Masalahnya adalah bahwa beberapa manager tampaknya berpikir , masalah yang dihadapi dikarenakan oleh banyak hal , bukan orang. Suatu contoh ketika James Kilt mengambil alih Gillete , penjualan dan keuntungan tidak berubah, tetapi ketika dilakukan analisa terhadap kinerja manager , ia menemukan bahwa hampir 74 % manager memiliki rating yang tinggi, dan hanya 3 % memiliki ratring terendah .

Suatu hal yang berat untuk menolak manajer kinerja buruk, disaat hampir sebagian besar manager genius . Solusinya ? Jujur dalam mengevaluasi : Dorong suatu budaya dimana setiap orang pada semua level dapat menyatakan suatu “ kebenaran “ . Mungkin tidak popular , tetapi jelaskan bahwa anda sedang menghadapi suatu realita .

Masalahnya didudukan secara mendalam. Berita baik : Memecahkan masalah mereka tidak membutuhkkan teknologi atau analisa yang rumit, hanya karakter dan keteguhan hati , yang tersedia semuanya berada pada diri kita , yang akan membawa masalah resesi terlampaui .

Checklist atas resesi

1. Berdiri tegak dan tunjukkan .  Hal yang simple tetapi cara yang sangat kuat untuk para pemimpin bisnis menjadi lebih efektif .  Warren Buffett mengakat tinggi profilnya disaat resesi , sehingga mampu menjamin para investor , bahkan mampu meredam pasar .

2. Kendalikan budaya dengan kisah sukses.
Southwest Airlines (LUV, Fortune 500) selalu memahami tentang kisah sukses, dengan memberikan penghargaan kepada karyawannya yang bertindak secara heroic untuk para pelanggannya . Yakinkan bahwa kisah sukses akan terus berulang, yang akan menjadi suatu budaya perusahaan yang melekat , walaupun disaat ekonomi pulih kembali .

 3. Perbaiki standar kualitas . Dengan tingginya tingkat pengangguran , anda memiliki peluang untuk menaikan standar kualitas , kepada siapa anda pantas memberikan pekerjaan dan kepada siapa anda pantas memberikan promosi , seperti McKinsey dan para pembuat pemimpin puncak lakukan .

Posted by : HSFAMES GLOBALMINDS ( 17/11/09 )



 
 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow STRATEGY - I arrow Unggul dalam krisis