Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday65
mod_vvisit_counterYesterday76
mod_vvisit_counterThis week226
mod_vvisit_counterThis month878
mod_vvisit_counterAll31073

Who's Online

Hot News

Pertumbuhan TFP China

Nov 12th 2009
From The Economist print edition
Posted by : HSFAMES GLOBALMINDS ( 17/11/09 )
 
" Pertumbuhan China bukan semata karena investasi yang besar, tetapi juga produktivitas yang dimiliki tercepat didunia "

 

Pertumbuhan atas produktivitas mungkin merupakan hal yang terpenting dalam mendorong kesehatan perekonomian suatu negara . Dalam jangka panjang , masalah penting adalah memperbaiki standar hidup , dengan  melakukan efisiensi atas kombinasi kapital dan buruh . Banyak analis fokus pada produktivitas , dengan menghitung total out-put dibagi dengan jumlah pegawai, atau jumlah jam kerja . Menurut perhitungan baru yang dipublikasikan pada 5 November lalu, Out-put dari Amerika per jam kerja naik sebesar 4,3 % dibanding tahun lalu, terima kasih atas PHK yang dilakukan . China lebih mengesankan lagi , dimana produktivitas buruhnya naik sebesar 7-8 % . 

 Masalah utamanya adalah bahwa produktivitas buruh bukanlah merupakan suatu pemicu efisiensi . Perusahaan dapat mendorong out-put per jam kerja/buruh dengan menginvestasikan banyak peralatan atau mesin yang lebih baik. Disaat tambahan mesin atau kapital dilakukan , ternyata hanya sedikit produtivitas marginal atau bahkan tidak ada terhadap keseluruhan efisiensi ekonomi . Sebagian dari melonjaknya produktivitas buruh di Amerika pada akhir tahun 1990 – dimana merupakan “ era ekonomi baru “ merefleksikan naiknya investasi yang menyumbangkan terhadap GDP Amerika . Besarnya kenaikan produktivitas buruh China pada tahun terakhir ini, sebagain dikarenakan adanya investasi yang sangat besar daripada perolehan efisiensi yang nyata .
 
Suatu alat ukur terbaik dari suatu penggunaan sumber ekonomi adalah “ total factor productivity ( TFP ) , yaitu memperkirakaan suatu efisensi dari kombinasi antara kapital dan buruh yang digunakan . Apabila pertumbuhan angkatan kerja suatu negara berhenti  dan kapital bertambah , maka pendapatan atas investasi baru ( return on new investment ) akan menurun , TFP menjadi sumber utama dari pertumbuhan ekonomi masa depan . Sayang sekali TFP agak sulit sebagai alat ukur , dibandingkan dengan perhitungan produktivitas buruh yang telah lama dikenal. Perhitungan TPF adalah persentase kenaikan dari out-put dihitung bukan karena perubahan volume in-put dari buruh dan kapital . Jika stok kapital dan angkatan kerja keduanya naik sebesar 2 % dan out-put naik sebesar 3 % , TPF naik dengan 1 % . Mengukur jam kerja adalah lebih mudah , tetapi cara berbeda dalam menilai suatu stok kapital suatu negara dapat menimbulkan hasil yang berbeda pula. 

     
 
The OECD mempublikasikan perhitungan untuk anggota negara kaya , yamg menunjukkan pada tahun 1990 , rata-rata pertumbuhan yang sama bagi negara Amerika, Jepang, German , Britania dan Perancis sekitar 1 % per tahun . Laporan yang dibuat akhir-akhir ini oleh Andrew Cates , seorang ahli ekonomi dari UBS , memperkirakan pertumbuhan TFP pada negara yang perekomiannya sedang menanjak dalam dua dekade terakhir ( lihat grafik ) , dikalkulasikan tingkat pertumbuhan TFP tahunan China sebesar 4% , yang mungkin dalam sejarah , tidak ada negara lain yang mampu menandinginya .  India dan negara Asia lainnya yang memiliki perkembangan ekonomi yang baik , juga menikmati pertumbuhan produktivitas yang baik dibandingkan negara berkembang dan maju lainnya . Secara kontras. Produktivitas Brazil dan Russia tumbuh lebih lambat dibandingkan negara kaya lainnya .
 
Perhitungan tersebut menciptakan opini secara umum – pertumbuhan cepat dari China berdasarkan kepada investasi yang luar biasa . Rasa skeptis apabila membandingkan antara China dengan Uni Soviet , dimana investasi besar menciptakan tingkat pertumbuhan dalam beberapa tahun , sebelum akhirnya Uni Soviet jatuh . Perbedaan besar adalah bahwa TFP rata pertahun Uni Soviet dalam periode 30 tahun sampai dengan tahun 1988 jatuh rata-rata 1 % , sementara dengan kontras produktivitas China naik dengan besarnya ekspansi dari sektor swasta , dan pergeseran buruh tani menjadi buruh di industri . Rata-rata pendapatan dari kapital secara fisik di China berada diatas rata-rata pendapatan global , demikian menurut Goldman Sachs.  Dalam suatu dekade lalu kurang dari setengahnya rata-rata dunia .
 
Mengapa perekonomian Asia unggul ? Faktor penentu yang sangat penting dari pertumbuhan produktivitas jangka panjang adalah kemampuan mengadopsi dari teknologi yang sedang berjalan dan teknologi baru. , memacu inovasi pengetahuan domestik dan merubah organisasi produksi . Akhirnya tergantung kepada faktor-faktor keterbukaan dari suatu ekonomi terhadap investasi langsung dan perdagangan asing, pendidikan dan kelenturan terhadap pasar tenaga kerja.

Menggunakan suatu composite index terhadap penetrasi teknologi dan inovasi ( misalkan computer dan telepon bergerak per kepala ) , Mr Cates menemukan suatu hubungan kuat antara tingkat kenaikan atas kemajuan teknologi dan pertumbuhan produktivitas . Tingkatan China terhadap teknologi masih berada dibelakang Amerika , tetapi sudah tampak bahwa tingkat perbaikannya secara cepat dimiliki China selama dekade terkahir ini , hal ini tidak hanya sebab China memulainya dari dasar yang paling rendah, tetapi keterbukaan China terhadap investasi asing dibandingkan negara yang perekonomiannya sedang menanjak , termasuk Jepang dan Korea Selatan . Pertumbuhan TFP China hampir dua kali lipat Jepang dan Korea Selatan disaat pertumbuhan ekonomi sedang pada puncaknya .  
 
Suatu hikmah perekonomian yang menanjak
Analis UBS memperkirakan bahwa kesehatan keuangan dari perusahaan dan pemerintah juga terkait dengan pertumbuhan produktivitas .   Walaupun TFP mengukur perolehan ekstra dari efisiensi ekonomi terhadap pengaruh stok kapital yang besar , lemahnya neraca pemerintah menjadi kendala atas ketersediaan dari kapital untuk teknologi baru dan inovasi . Krisis keuangan mungkin mengurangi pertumbuhan TFP dari banyak negara . Beberapa analis khawatir atas masa depan pertumbuhan  produktivitas pada negara yang perekonomiannya sedang menanjak , hal ini disebabkan oleh pertumbuhan yang rendah dari perdagangan dunia dan arus modal. Mr Cates berargumen bahwa neraca dari negara yang sedang menikmati pertumbuhan ekonomi cukup sehat , diikuti oleh berlanjutnya adopsi atas teknologi lama dan baru yang akan mendukung perolehan produktivitas yang baik . Ia memperkirakan China, India, Indonesia dan Brazil akan menempati posisi yang baik dalam perolehan produktivitas. Melonjaknya belanja pemerintah China dalam bidang infrastruktur akan membantu pertumbuhan ekonomi dan produktivitasnya .
 
Pertumbuhan produktivitas China bahkan akan lebih cepat dibandingkan negara maju . Pertumbuhan China masih tetap tergantung kepada padat modal . Keterbukaan sektor pelayanan terhadap perusahaan swasta dan membuat kemudahan terhadap pergeseran buruh ke industri akan menghasilkan pertumbuhan TFP China .
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow Pertumbuhan TFP China