Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday69
mod_vvisit_counterYesterday76
mod_vvisit_counterThis week230
mod_vvisit_counterThis month882
mod_vvisit_counterAll31078

Who's Online

We have 20 guests online
Hot News


The hybrid company

Terlalu banyak perusahaan yang beroperasi berada diarea abu-abu antara sektor publik dan swasta

 
     
 
 
“ Artikel ini dapat anda baca dan bandingkan antara kasus yang hangat terjadi saat ini – salah satu bank yang gagal – di bailout pemerintah , dan kasus besar salah satu konglomerat berhutang sangat masif , yang bergerak dalam industri garmen, mesin peralatan dan tekstil beberapa tahun lalu “.

       Kadang-kadang membingungkan untuk menilai suatu perusahaan secara tepat, apakah perusahaan tersebut swasta atau publik .  Peristiwa mengejutkan dari Dubai Inc yang gagal bayar atas kewajiban hutangnya yang jatuh tempo telah banyak mengundang para komentator untuk berusaha mencari kata yang tepat untuk melukiskan Dubai World, termasuk perusahaan saudara kandungnya. Mereka ( Dubai World ) muncul dengan berbagai formulasi bisnis  ; Perusahaan dibawah kontrol pemerintah , didukung pemerintah , quasi-state ( tidak konsisten/ jelas ), parastatal ( perusahaan yang dibentuk dan dimiliki pemerintah ) — semuanya tidak jelas apa yang mereka bicarakan . Dubai adalah merupakan grup perusahaan yang berada pada ketidakjelasan tersebut, yang sulit diperoleh dari kamus bisnis sekalipun.

      Pengembang biakan bentuk hybrid organisasi muncul dimana-mana, yang membiaskan garis tegas antara sektor publik dan swasta . Tidak ada , baik perusahaan yang dinasionalisasi dengan model lama, didesain untuk mengelola bagian-bagian ekonomi, maupun sektor swasta klasik yang menjalankan usahanya berdasarkan atas kekuatan sendiri. Sekali lagi, hal ini membingungkan karena berada diantara satu dunia dengan lainnya yang memiliki tujuan yang berbeda. 

       Biasnya garis tegas antara sektor publik dan swasta terjadi pada negara-negara di dunia. Perancis , salah satu negara yang gemar membangun perusahaan yang berada pada garis abu-abu tersebut ( private dan publik sektor ) . Masyarakat Amerika memanfaatkan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk mensubsidi kepimilikan rumah . Badai krisis saat ini telah menekan pemerintah dimanapun untuk melakukan suntikan dana atau bailout ke banyak perusahaan dalam rangka mengamankan kebangkrutannya. Model bisnis yang disebut “ hybrids “ tersebut tertinggi berada pada negara-negara yang berkembang dan sedang tumbuh.

      China dan  Russia merupakan negara yang memimpin dunia dengan merangkul dan mengadopsi sistem organisasi ini . Ribuan perusahaan China memiliki ikatan kuat dengan pusat kekuasaan / pemerintah lokal maupun pusat. Russia telah menciptakan suatu kelas / grup besar perusahaan publik dengan suatu kecakapan luar biasa untuk melakukan akuisisi aset dari sektor swasta dengan harga yang sangat rendah ( knock-down prices ). Pemerintah Russia juga sangat dekat dengan perusahaan besar yang sangat kuat , sehingga hampir tidak mungkin untuk melihat secara jelas antara pemerintah dan sektor korporasi.  

       Hybrids juga marak di industri energy. 13 perusahaan raksasa dunia , apabila diukur berdasarkan cadangan atau deposit yang dimiliki  dikontrol oleh pemerintah , tetapi perusahaan tersebut merupakan mahluk yang sangat berbeda dan unik , sulit mengelak dari campur tangan pemerintah. Mereka beroperasi di hampir belahan dunia . Contoh; Petronas dari Malaysia , China National Petroleum Corporation (CNPC), menjalankan bisnisnya di hampir 30 negara . Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki akses ke pemilik dana swasta dan pengetahuan teknik yang canggih.  Norway’s Statoil, China’s CNOOC dan India’s ONGC merupakan perusahaan terbuka ( Tbk ) , termasuk Petrobras dari Brazil, yang mengoperasikan pengeboran di laut dalam .

      Perusahaan yang mengadopsi organisasi hybrid  telah menikmati dua dunia bisnis : kemananan dari sektor publik dan sektor swasta . Mereka dapat memanfaatkan jangkauan globalnya . dengan memberikan peluang kepada investor , dalam rangka beroperasi di wilayah atau negara sumberdaya alam yang berlimpah.  Mereka dapat meminjam uang dengan besar dan bunga rendah atas jaminan pemerintah , kekuatan otot politik, yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain ( non hybrids ). Perusahaan yang bergerak dalam industri enerji , misalkan minyak , tidak hanya memiliki akses terbaik di semua aspek di negaranya , tetapi dilindungi dari pengecilan aset-asetnya. , misalkan ; Kazakhstan dan  Venezuela  yang terkait dengan adanya perampasan aset-aset korporasi , apabila diperlukan , dalam rangka menjawab tantangan Beijing .

     Kasus Dubai merupakan jawaban atas gagalnya salah satu “ organisasi hybrid “ , yang berada pada dua dunia . Masalah terbesar bagi perusahaan hybrid adalah bahwa mereka merupakan suatu organisasi yang tidak jelas , dan sering membingungkan , karena setiap keputusan yang diambil sering berupa tekanan yang kontradiktif . Hal tersebut berarti bahwa operasional intern yang dilakukan manajemen perusahaan sulit dipahami , termasuk sulit diprediksi .

     Penegasan pemerintah Dubai tidak akan menjamin hutangnya membuat terkejut banyak investor , walaupun pemerintahnya selalu memberikan gambaran jelas atas solusi yang akan dilakukan.  Abdulrahman al-Saleh, the chief of the emirate’s Department of Finance, memberikan argumen secara tegas bahwa setiap keputusan untuk mencari dana pinjaman adalah tanggung jawab yang membuat keputusan , hal ini harus dibedakan antara pemerintah dan negara . Sebelum bencana terjadi , pemerintah dan Dubai World telah melakukan hal yang terbaik , dan memisahkan / dikotomi antara negara dengan sektor swasta . Dubai World adalah merupakan salah satu model yang sangat jelas ( kegagalannya )  dibandingkan dengan kebanyakan organisasi hybrid di China .

     Perusahaan Hybrid hampir selalu di politisasi , dan kerap memberikan pekerjaan atau income terhadap para aparat politik  : Perusahaan di China sangat erat dengan Partai Komunis , sehingga banyak rakyat China membicarakan tentang “red entrepreneurs” , yang berati melibatkan perjuangan kekuasaan. Di Russia setiap keputusan stratejik melibatkan dan dikendalikan para faksi di Kremlin , termasuk Fannie Mae dan Freddie Mac di Washington , yang dilindungi dari kritik pedas atas keputusan yang diambil oleh para politisi .

     Banyak politisi memberikan kesan “ mampu “ dan “ mengerti “ permasalahan yang dihadapi dunia bisnis . China berargumen bahwa pembentukan perusahaan hybrid merupakan langkah simple untuk mengerem secara perlahan organisasi kapitalis . Presiden Russia , baru-baru ini, menyatakan bahwa banyak perusahaan negara yang diluar kontrol perlu dikekang . Pemerintah barat mengklaim bahwa mereka akan menjual kepemilikannya ( saham ) di perusahaan yang menguntungkan dan aman , hal ini akan membuat jelas antara sektor publik dan swasta , dan diharapkan akan lebih baik.

Posted : 11 Desember 2009
Diadopsi dari The Economist, Diadaptasi oleh HSFAMES GLOBALMINDS


 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow The Hybrid Company