Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday52
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month3026
mod_vvisit_counterAll46250

Who's Online

We have 67 guests online
Hot News


Dengan masalah yang dihadapi Toyota,
apakah Ford dan GM akan mengambil alih pasar kembali ?


Oleh : Hendra S Raharjaputra
Tag : Citra , Kualitas dan Strategy 

    
 
                  Chevrolet Camaro
  
Saat ini Toyota terdesak , berada di ujung ring diantara pasar otomotif dunia, khususnya Amerika . Setelah Camry dan Corolla, muncul masalah baru, yaitu penarikan 437.000 Prius yang menghadapi masalah rem yang perlu diperbaiki kembali . Penarikan hampir 8 juta unit kendaran oleh salah satu raksasa otomotif tersebut  membuka peluang baru dari para pesaing yang berpusat di Detroit .

Mungkinkankah masalah yang dihadapi Toyota saat ini akan membuka peluang bagi pembuat otomotif yang berpusat di Detroit tersebut ? General Motors, Ford dan Chrysler sangat mengharapkan bahwa pesaing terberatnya , Toyota, yang sedang menghadapi masalah saat ini akan membuat para konsumen atau pembeli kembali ke tiga merk besar tersebut. Jawabannya Bisa Jadi ! Berdasarkan , TrueCar, suatu website yang memberikan informasi tentang harga dan penjualan otomotif , penjualan Toyota baru pada bulan Januari turun sebesar 12 % . Kia, Honda dan Ford sangat diuntungkan , sementara Hyundai dan  Nissan penjualannya meningkat tidak jauh berbeda.

Dengan kondisi penjualan tersebut  artinya  Ford memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar yang ditinggalkan para konsumen Toyota , yang beralih ke merk lain , termasuk General Motor yang kurang memiliki momentum marketing dan citra kualitas.

Menurut J.D. power and Consumer Reports, cukup berat bagi merk lain, seperti GM dan Chrysler yang memiliki citra kualitas yang tertinggal untuk menggoyang para pelanggan Toyota yang fokus terhadap kehandalan produk .

Para ahli periklanan di Amerika berpendapat bahwa kasus ini merupakan peluang bagi Ford dan GM untuk menunjukkan kepada para konsumen .  “ Anda harus berjalan disuatu lubang yang anda lihat ( opportunity ) “ demikian   Lance Jensen, co-founder dan executive creative director pada agency Modernista!, yang telah melakukan pekerjaan untuk Hummer. “ Kita sedang bicara tentang kapitalisme . Jika saya adalah Ford dan GM, saya akan membuat dan bertindak sesuatu yang mencitrakan bahwa kami berada di puncak saat ini “ .

Tentu, sesuatu yang dilakukan Detroit akan memiliki pengaruh dari sekedar potongan harga $1,000 atas Ford, GM dan Chrysler  untuk “ trade-in “ dengan Toyota . Pendekatan yang dilakukan memiliki aroma keputus-asaan . Apakah pendekatan yang dilakukan akan cukup efektif disaat kondisi persaingan yang bukan hanya sangat ketat tersebut, tetapi ibarat berada di suatu pusaran air yang deras .  Black Book, yang melakukan pencarian harga mobil bekas , telah mendengar dari dealer bahwa mereka telah melakukan potongan harga sebesar 10% to 30% untuk tukar tambah , yang umumnya kendaraan kelas bawah . Beberapa pemilik Toyota melakukan trade-in dengan alasan agar harga kendaraan yang dimilikinya tidak terlalu jatuh , hal ini tentunya bukan suatu “ usaha cerdas” . Jika harga Toyota kembali membaik , menurut analis dari Edmunds.com , Joe Spine dipercaya bahwa para konsumen cerdas mungkin akan berpikir “ lebih baik menunggu dibandingkan memperoleh potongan harga sebesar $ 1.000 untuk tukar tambah antara Toyota milik mereka dengan tiga merk diatas  “ .

Lalu apa yang harus dilakukan Motown ( Detroit ) ? Beberapa ide yang mungkin lebih baik adalah sebagai berikut :

• Daripada megeluarkan $1,000 per unit kendaraan untuk potongan harga terhadap pemilik Toyota, lebih baik digunakan untuk melakukan kampanye periklanan dalam membangun citra merk . Potongan $ 1.000 akan lebih bermanfaat dan lebih langgeng.

• Buat strategy pemasaran yang cerdas dan terarah. GM telah melakukannya dengan membandingkan model-model barunya dengan  Honda, Toyota dan lainnya . Contoh , Chevrolet , telah mengiklankan sedan  Malibu family dan Equinox crossover SUV untuk menyaingi model-model Toyota. Dalam kata lain , jalankan suatu kampanye “May the Best Car Win” , dan nikmati perjalanan yang menyenangkan .

• Gali lebih dalam model-model Toyota dan amati mengenai penawaran yang dilakukan terhadap peralatan yang lebih dari standar, misalkan bluethooth, sound systems, sistem navigasi dan lainnya , gunakan potongan harga ( $ 1.000 ) untuk memperbaiki atau menawarkan opsi bagi pembeli untuk menandingi apa yang ditawarkan Toyota

• Ford memiliki peluang yang lebih nyata dengan kendaraan hybridnya . The Fusion hybrid dari Ford mengkonsumsi bahan bakar 39 mpg ( mile per gallon ) dibandingkan dengan Camry 34 mpg. Ford telah melakukan kampanye periklanan untuk pasar lokal , tetapi diperlukan peningkatan periklanan lebih gencar , termasuk memberikan gambaran atas perbandingan kelebihan yang dimilikinya .

• Tidak perlu terlalu menghubungkan  masalah yang dihadapi Toyota atau rem atau katup pembuka / penutup , tetapi komunikasikan dengan konsumen tentang catatan atas “ test keselamatan “ , “ survey kualitas “ demikian saran dari Eric Hirshberg, CEO dan chief creative officer dari ad agency Deutsch-LA.

• Dan satu hal penting lainnya , buat  gebrakan promosi yang lebih kuat untuk Ford Mustang dan  Chevrolet Camaro, yang menggambarkan kedua kendaraan tersebut merupakan  “ hot sellers “ dengan kemasan teknologi , bukan sekedar kendaraan kokoh ( muscle cars ). Mustang memiliki perlengkapan seperti bantuan alat parkir aktif , dan sistem penghindar kecelakaan . Camaro memiliki mesin injeksi dengan 304 daya kuda dengan konsumsi bahan bakar 29 mpg di jalan raya . Kedua kendaraan tersebut dilengkapi dengan airbags.

Dari semua daftar diatas , mungkin strategy yang paling bermanfaat dan prioritas bagi kedua pembuat otomotif diatas adalah yang terakhir, karena kedua merek telah memiliki legenda sebagai " muscle cars " yang dibalut dengan tekologi . Hal ini yang memungkinkan untuk mengalahkan Toyota di pasar Amerika .


Sumber : The Economist dan Forbes



 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow Strategy Ford & GM