Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7
mod_vvisit_counterYesterday52
mod_vvisit_counterThis week397
mod_vvisit_counterThis month3021
mod_vvisit_counterAll46245

Who's Online

We have 55 guests online
Hot News

Mengambil peristiwa yang dianggap mustahil secara serius : wawancara dengan penulis buku The Black Swan

Penulis buku The Black Swan menjelaskan mengapa suatu peristiwa tertentu yang tidak dapat diprediksi dan jarang terjadi membuat keduanya tidak penting .


Diadaptasi dari Mc. Kinsey Quarterly DECEMBER 2008 • Allen Webb
Diposkan oleh : Hendra S Raharjaputra ( Feb 14, 2010 )
Sumber : Strategy Practice

  
      Nassim Nicholas Taleb

Intelektual, pedagang dan penulis buku Nassim Nicholas Taleb membawa suatu pandangan yang bertentangan tentang dunia keuangan, statistic dan resiko . Pada tahun 2007, ia menerbitkan sebuah buku The Black Swan: The Impact of the Highly Improbable, yang berargumen bahwa kita tidak perlu memperdulikan kemungkinan masalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan jarang terjadi . Dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Quarterly, ia melihat kondisi krisis keuangan saat ini dari lensa atau pandangan dan pemikirannya dalam “ Black Swan thinking “ .

The Quarterly: Bagi yang belum membaca buku The Black Swan, dapatkah anda memberikan ringkasannya , apa yang harus mereka pahami dari sudut pandang anda , khususnya mengenai krisis pasar keuangan global ?

Nassim Nicholas Taleb: Sebelum orang Eropa menemukan Australia , kita tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa angsa-angsa memiliki warna lain, kecuali putih. Ketika mereka menemukan Australia, mereka melihat angsa-angsa warna hitam , dan kemudian merubah keyakinan mereka . Ide saya tentang The Black Swan adalah untuk membuat orang berpikir tentang ketidak-tahuan dan potensinya atas ketidaktahuan tersebut, terutama kepada peristiwa tertentu yang anda tidak dapat bayangkan , tetapi dapat menguras biaya .: rare but high-impact events.

Black Swan saya tidak memiliki bulu-bulu . Black Swan saya adalah merupakan suatu peristiwa dengan tiga property . Pertama , Probabilitas ( kemungkinan terjadinya ) itu rendah , berdasarkan pada pengetahuan masa lampau, Kedua , walaupun probabilitasnya rendah , pengaruhnya besar . Dan ketiga , orang tidak melihat peristiwa akan terjadi sebelumnya, tetapi setelah terjadi setiap orang akan melihat dan menyadarinya . Untuk itu secara prospek tidak dapat diprediksi, tetapi dapat diprediksi secara restropektif ( berhubungan dengan masa lampau )

Contoh , Sekarang kita sedang menghadapi krisis finansial, setiap orang memandangnya hal tersebut sedang terjadi. Tetapi apakah mereka memiliki saham perbankan ? Katakan mereka memilikinya ! . Dalam kata lain mereka mengatakan bahwa mereka melihat kondisi krisis finansial sedang terjadi , sebab mereka telah terpengaruh oleh beberapa pemikiran didalam kondisi banjirnya informasi tentang kemungkinan tersebut — bukan sebab mereka sejatinya mengambil tindakan-tindakan untuk melindunginya dari kejadan tersebut.

Saat ini, black swan dapat merupakan suatu peristiwa negative seperti krisis perbankan . Black Swan dapat juga merupakan suatu yang positif , misalkan ; penemuan teknologi baru, memperbaharui penemuan, menulis buku best seller, atau mengembangkan obat kanker , kebotakan, asma dan lainnya . Dalam The Black Swan, Saya katakan bahwa peristiwa tersebut berada dalam wilayah sosial ekonomis dan histories , black swans merupakan segalanya . Jika anda mengindahkan angsa-angsa hitam , anda tidak akan memperoleh apa-apa .

Saya tunjukkan bahwa computer, Internet, dan laser— merupakan tiga teknologi masa kini dari black swans— muncul dimana saja . Kita tidak tahu , dimana mereka berada , dan ketika telah mendapatkannya ( sebelum berada dihadapan mata kita ) apa yang akan dilakukan ketiga technologi tersebut kita tidak tahu. Internet tidak dibuat untuk membantu orang untuk berkomunikasi dalam ruang chating ; Internet merupakan peralatan militer dan terus dikembangkan .

Semua kejadian tersebut memiliki kehidupannya sendiri . Anda tidak bisa memprediksi seekor black swan. Kita juga memiliki beberapa kebutaan psikologis terhadap black swans. Kita tidak memahaminya , sebab secara genetic kita tidak berkembang dalam suatu lingkungan dimana banyak berada black swans. Hal ini bukan merupakan bagian dari intuisi kita .

The Quarterly: Jelaskan sedikit banyak hubungan antara black swans dan krisis keuangan global .

Nassim Nicholas Taleb: Saya peringatkan bahwa dalam The Black Swan menentang beberapa pendapat tentang “ risk ( resiko ) “ yang orang tidak mengerti , saya menentang alat-alat ( pengetahuan dan lainnya ) yang digunakan oleh para manajer ( risks managers ) . Alat yang tidak mampu menangkap secara penuh masalah didunia dimana kita berada atau hidup . Krisis keuangan terjadi sebab orang terlalu berani mengambil resiko tersembunyi , yang berarti bahwa titik kecil yang berada pada layar radar dapat memiliki konsekwensi besar.
Kenyataanya didalam Black Swan , Saya mencoba untuk mengembalikan black swans menjadi putih ! . Karena itu saya selalu menentang tentang teori keuangan, manager keuangan yang menangani resiko ( risks managers ) dan orang-orang yang melakukan analisa kuantitatif . Saya peringatkan bahwa mereka membahayakan bagi masyarakat .

The Quarterly: Anda banyak berbicara masalah tonggak teori keuangan modern , apabila anda sebagai dekan dari suatu sekolah bisnis , bagaimana anda merubah kurikulum yang telah berjalan ?

Nassim Nicholas Taleb: Saya akan bicara bahwa orang perlu banyak belajar akunting , ilmu computer , sejarah bisnis dan sejarah keuangan . Saya akan melarang “ teori portofolio “ , yang menyebabkan banyak masalah . Terus terang, segala sesuatu yang berhubungan dengan “ finance “ mencurigakan . Saya juga akan melarang penggunaan “ statistics “ , kecuali anda sangat memahami statistic dengan baik , sangat berbahaya ibarat pedang bermata dua . Larangan lain dari saya adalah penggunaan “ linear regression “ . Semuanya tidak berjalan dengan baik .

The Quarterly: Apa yang menjadi perhatian anda berhubungan dengan statistics dan portfolio theory?

Nassim Nicholas Taleb: Pelajaran statistics adalah berdasarkan suatu yang disebut “ the law of large numbers “ – hukum atas angka yang banyak , apabila anda tambahkan ukuran sample , tidak ada hasil observasi yang bermanfaat bagi anda , walaupun kadang-kadang bekerja baik . Aturan tentang distribusi tidak selalu dapat diandalkan .

Semua statistics muncul dari permainan , sementara dunia kita tidak seperti demikian . Katakan kita tidak memiliki dadu yang dapat dilempar , dan hanya memilihnya satu sampai enam . Dalam dunia nyata kita dapat memiliki satu sampai lima – bahkan lalu satu triliun . Dunia nyata dapat seperti demikian . Pada tahun 1920 , German mark bergerak nilainya dari tiga marks terhadap satu dolar , sampai nilai yang begitu besar, dan kembali lagi ke satu dolar tanpa batas waktu .

Karena itu teori porto folio secara simple tidak mampu bekerja . Teori tersebut menggunakan metrics seperti variance ( penyimpangan ) untuk melukiskan resiko, sementara dalam kebanyakan resiko nyata berasal dari observasi tersendiri . Walaupun variance menunjukkan pergerakan naik-turun ( volatilite ) , tidak sesungguhnya melukiskan suatu resiko. Sangat bodoh menggunakan variance.

The Quarterly: Apakah pemikiran anda menentang hipotesa tentang pasar efisien ( the efficient market hypothesis ) ?

Nassim Nicholas Taleb: Saya tidak punya ide . Saya tidak tahu pasar tersebut efisien atau tidak efisien . Saya tidak tahu jika kita selalu memahaminya , dan bahwa hal tersebut relevan .

The Quarterly: Apa artinya bagi para manager yang bekerja pada perusahaan non-finansial ? Apakah mereka harus melakukan hal yang berbeda ?

Nassim Nicholas Taleb: Saya merekomendasikan dua hal . Satu , pertimbangkan jumlah resiko yang maksimal dalam mengambil keputusan , dan bentuk lainnya dari sisi positif black swans , ketika anda keliru, beban biaya anda ( kerugian ) relatif kecil , sebaliknya bila tepat anda akan memperoleh keuntungan yang besar . Dua , minimalisir pandangan anda terhadap negative black swans.

Rekomendasi tersebut sangat jelas bertentangan dengan apa yang telah dilakukan perbankan . Mereka ( perbankan atau financial ) tidak memperoleh secara nyata keuntungan ( upside ) , atau lebih tepatnya mereka hanya memperoleh sedikit arus kas masuk disaat banyak penurunan ( downside ). Bertindak secara hyper konservatif ketika muncul resiko akan menurun , dan bertindak hyper agresif ketika peluang biaya anda amat kecil. Banyak orang memiliki naluri yang keliru. Mereka melakukan yang bertentangan .

The Quarterly: Seperti apa ide anda dalam praktek, khususnya dalam dunia manufacture ?

Nassim Nicholas Taleb: Jika biaya resiko tidak akan membebani anda secara besar , ambil peluang tersebut . Dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan meningkat . Jangan takut menjadi lebih agresif , jika biaya anda kecil. Lakukan trial and error. Belajar dari kegagalan dengan bangga , menyenangkan dan suka hati.
Lakukan percobaan dengan melakukan usaha untuk membangun sistem lebih lentur dengan banyak pengeluaran asuransi, kas , dan sedikit leverage . Bayangkan suatu goncangan. Apa yang akan terjadi apabila terjadi goncangan ? Berapa bulan anda dapat bertahan untuk beroperasi ?
Masalah yang terjadi terhadap Wall Street adalah melakukan hukuman pada perusahaan yang memiliki banyak jenis asuransi , sebab mereka dianggap akan ketinggalan dibelakang perusahaan yang tidak mengeluarkan biaya asuransi. Saya melihatnya , ini merupakan bisnis investasi . Tetapi anda tahu ? Orang yang mengasuransikan perusahaannya , sampai saat ini masih bertahan, sementara yang tidak,  mengalami masalah. Tidak perlu takut perusahaan mengeluarkan banyak asuransi dalam kondisi yang sedang menurun , walaupun hasilnya anda akan tertinggal .

The Quarterly: Anda seorang yang mengkritik tentang “ scenario planning “ . Ada cara yang lebih efektif ?

Nassim Nicholas Taleb: Saya tidak suka scenario planning, sebab orang tidak akan berpikir “ out of the box “ . Scenario planning mungkin focus pada empat, lima atau enam scenario yang anda hanya dapat bermimpi , yang bagi masalah lain tidak perlu anda lakukan . Sebagai gantinya scenario dan ramalan , anda harus melihat bagaimana rentannya porto-folio yang anda miliki . Bagaimana riskannya anda berada dalam model yang keliru ? Bagaimana rentannya “ cash-flow “ anda terhadap perubahan setiap perhitungan ? Ide saya adalah gunakan kemampuan navigasi anda terhadap resiko besar yang kemungkinan muncul .

Nassim Nicholas Taleb adalah Board of Editor Mc.Kinsey Quarterly



Catatan & Komentar

Dalam buku dan wawancara yang dilakukan Quarterly , penulis menyebutkan pentingnya mempelajari akunting , ilmu computer , sejarah bisnis dan sejarah keuangan, yang menurut saya semua merupakan informasi penting bagi perencanaan bisnis , hal ini saya setuju ! . Saya tidak sependapat bahwa scenario planning tidak penting, walaupun penulis menyatakan tidak suka . Scenario planning tidak akan membuat orang tidak berpikir “ out of the box “ , karena dalam kondisi yang tertekan , memungkinkan orang akan lebih kreatif dalam mencari solusi , sehingga berpikir “ out of the box “ atau lebih cemerlang. Bicara masalah sejarah bisnis dan keuangan , tentu bicara industri dan angka, bagaimana mungkin suatu bisnis tanpa dilakukan suatu analisa kuantitif , sebagai salah satu alat pengambilan keputusan. Siapapun tidak akan mampu memprediksi kejadian yang akan datang, apalagi munculnya produk baru atau black swan yang tiba-tiba hadir . Apakah mungkin melakukan suatu navigasi , tanpa memperoleh data-data keuangan masa lalu , termasuk analisa variance sebagai informasi perbaikan kinerja perusahaan dimasa mendatang ? ( Hendra S Raharjaputra ) 


- Hipotesa Pasar Efisien : Harga surat berharga ( saham, dsb ) saat ini sepenuhnya  merupakan refleksi dari semua keberadaan informasi yang diperoleh , berdasarkan asumsi ; 1. keuntungan sebagian besar yang diperoleh investor merupakan penilaian dan analisa harga saham yang independen  satu sama lainnya, 2. Informasi baru datang secara acak, yang juga independen, 3. investor ( pemilik saham ) menyesuaikan estimasi harga saham secara cepat berdasarkan informasi yang diperoleh  , 4. investor berasumsi bahwa hasil yang diharapkan ( returns ) atas harga sekuritas / surat berharga termasuk resiko ( risks ) .
 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow HOT NEWS arrow The Black Swan