Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week5
mod_vvisit_counterThis month461
mod_vvisit_counterAll49322

Who's Online

We have 2 guests online
Article

TUGAS AWAL
CHIEF FINANCIAL OFFICER ( CFO )BARU
 
“ Beberapa tugas yang sangat penting dalam 100 hari pertama
 
Diadaptasi dari The CFO’s hundred days : A Mc.Kinsey Global Survey
 
Oleh : Hendra S Raharjaputra,MBA
Executive Director HSFAMES GLOBALMINDS
 
 
       Pada akhir decade ini tugas para CFO makin bertambah komplek , terutama perannya yang focus terhadap masalah stratejik dalam mengendalikan perusahaan atau bisnisnya dalam menciptakan nilai. Harapan dan tekanan para pemegang saham atau investor yang semakin kuat untuk melakukan merger atau akuisi perusahaan dalam rangka, bukan hanya memperluas aktivitas bisnisnya tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomis perusahaan  tidak dapat ditawar lagi.
       Bukan saja pekerjaan bagi para CFO yang semakin komplek, tetapi banyak para CFO belum mengenal jauh tugas-tugas dimaksud dan diharapkan para pemegang saham tersebut dalam menciptakan nilai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mc Kinsey terhadap perusahaan Fortune 500, turn over atas CFO ini cukup tinggi sebesar 13 %., sehingga banyak perusahaan merekrut para CFO dari luar perusahaannya , yang notabene harus belajar atas industri baru yang dimasukinya.
       Hasil survey lebih lanjut yang dilakukan Mc.Kinsey terhadap 164 CFO yang memilik masa kerja berbeda, dan dilakukan wawancara terhadap 20 orang CFO lebih jauh menunjukkan hal-hal sebagai berikut.
 
Prioritas Utama
 
       Para CFO baru kerapkali ragu-ragu dalam membuat suatu kerangka sasaran, dimana mereka harus focus dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dalam satu kelompok usaha ( group/holding ) yang telah memiliki “ Enterprises Wide Strategy “ dan    “ Transformational Initiatives “ seperti Value Based Management, Corporate – Center Strategy dan Portfolio Optimization ,yang mana  hal-hal diatas tentunya akan melibatkan dan memerlukan pertimbangan para CFO tersebut.
       Aktivitas operasional bisnis yang kian menuntut para CFO , terutama dalam lingkungan yang menerapkan “ Good Corporate Governance “ atau “ The Sarbanes-oxley “  ketika korporasi/bisnis melakukan suatu pengalihan haluan ( turnaround ) , tidak ada pilihan lain bagi para CFO untuk memberikan waktu yang lebih, dalam memangkas biaya korporasi dan meyakinkan para pemegang saham.
 
# Prioritas utama yang harus dilakukan oleh para CFO baru adalah membuat “ short list of priorities “ dengan mendefinisikan secara tegas langkah-langkah kritis yang akan dilakukan sesuai dengan kemamampuan teknis para CFO dalam fungsi2 keuangan dengan inisiatif stratejik    dalam menciptkan nilai #
 
Melakukan Audit Penggerak dan Pencipta Nilai ( Value Drivers )
 
       Hal yang paling penting dalam 100 hari pertama menurut 55% responden adalah memahami secara mendalam bagaimana menjalankan dan mengendalikan aktivitas binis perusahaan tersebut, termasuk memahami apa pemicu/penggerak yang membuat bisnis tersebut dalam Menghasilkan uang, Marjin Laba, Return On Capital Investment ( ROIC ), dan hal lainnya.  Pada saat bersamaan para CFO baru harus mempertimbangkan cara-cara yang potensial untuk memperbaiki penggerak nilai( value  drivers ) yang akan mencipatkan nilai perusahaan, seperti ; memahami sumber-sumber pertumbuhan bisnis, perbaikan operasional dan perubahan atas model binis perusahaan tersebut, termasuk bagaimana perusahaan mencapai suatu keuntungan dari penggerak  yang ada dari aspek –aspek keuangan korporasi.
       Beberapa CFO yang diwawancarai dengan segera menjalankan strategi dan audit atas nilai bisnis perusahaannya setelah menempati posisinya. Mereka mengevaluasi perusahaannya dari sudut pandang para investor/pemegang saham dengan memahami , bagaimana pasar modal akan menilai kinerja perusahaan dari aspek pendapatan dan marjin laba atau efesiensi modal , dengan usaha ; menyesuaikan harga, memangkas biaya operasional , dan sebagianya untuk menciptakan nilai.
       Kiat-kiat usaha diatas berlaku bukan hanya untuk para CFO yang direkrut dari luar perusahaan, tetapi sangat penting juga bagi para CFO yang direkrut dari dalam perusahaan. Seorang CFO yang diangkat dari dalam perusahaan sendiri yang bergerak dalam bisnis high-tech berpendapat : Ketika saya menjadi CFO di Unit Bisnis ( SBU ) , saya tidak perduli terhadap Pajak Korporasi ( Corporate Tax ) , Resiko Porto Folio Bisnis baik produk maupun geografi, tetapi ketika saya menjadi CFO Korporasi saya harus banyak belajar tentang apa saja yang akan menjadi pemicu/penggerak nilai perusahaan”. Yang mana para CFO membutukan waktu yang relatif cukup lama dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
 
Memimpin para pemimpin
 
      Para CFO yang berpengalaman tidak hanya paham dan mencoba untuk melaksanakan agenda CEOnya , tetapi mereka ikut membantu CEOnya dalam membentuk rencana kerja perusahaannya. Para CFO berusaha melakukan pendekatan terhadap CEO dan Dewan Direktur sebelum melaksanakan pekerjaannya, hal ini untuk memahami dan menyeimbangkan tentang isu-isu penting perusahaan. Ketika seorang CFO bertanya kepada CEOnya Apa yang diharapkan boss ( CEO) dari dia pada tugas tahun pertama ? Jawabannya : Apabila anda ( CFO ) mampu menuntaskan kalimat atau kata-kata saya berikutnya, anda akan tahu bahwa anda berada pada lintasan yang tepat “
        Dalam membangun suatu keseimbangan , dimana para CFO adalah merupakan corong dari para pemegang saham, yang harus memiliki suatu independensi. Para CFO memiliki suatu posisi unik , dimana tugasnya sering berlawanan dengan opsi stratejik perusahaan, ibarat meminjamkan sisi tajam dalam pengambilan keputusan. Contoh : Seorang CFO perusahaan Hi-Tech menyusun perencanaan yang mengidentifikasikan beberapa isu kunci untuk kesehatan perusahaan dalam jangka panjang, termasuk seberapa besar perusahaan dapat menciptakan efesiensi dalam menghasilkan produknya.
       Untuk memainkan peranya , CFO harus mampu membangun kepercayaan dengan CFO dan Dewan Direktur untuk menghindarkan konflik diantara mereka dalam rangka membuat keputusan dan arah perusahaan yang benar. Memelihara suatu keseimbangan adalah merupakan “ art “ bukan “ sciene “ . Seorang CFO dari perusahaan software terkemuka menyatakan : Anda  harus menjemput bola, dan lalu menendangnya bola tersebut. Apabila tidak mampu membuat keseimbangan dengan kedua posisi kunci tersebut ( CEO dan BOD ), lebih baik anda mencari peran lain “.
      
Perkuat Skill and Ability Team
 
       Dalam melaksanakan tugas secara prioritas , CFO harus memiliki bawahan atau staf senior yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas fungsi -fungsi keuangan secara baik , Banyak para CFO menemukan sistem IT yang berbeda, proses yang masih manual, staf keuangan yang lemah atau struktur organisasi yang tidak berjalan, sehingga merusak sistem kerja organisasi. Dalam 100 hari kerja , para CFO baru melakukan suatu perubahan fundamental fungsi-fungsi team. Beberapa CFO memberikan pandangan terhadap operasional dan fungsi keuangan perusahaan yang cukup kompleks ,sehingga mereka perlu melakukan tinjauan awal atas struktur laporan keuangan, mengevaluasi para eksekutif keuangan dibawahnya yang merupakan bawaan CFO sebelumnya, mensyahkan biaya operasional perusahaan, dan mengidentifikasi setiap perbedaan antara efisiensi dan efektifitas dari sistem organisasi, proses dan laporan., hal ini akan banyak menguras enerji para CFO baru.      
 
Tangani Kinerja secara Aktif
      
       CFO memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan, karena itu dialog secara aktif  diperlukan dengan Corporate Center, Business Units dan Corporate Functions. Mereka telah memiliki pedoman, target kinerja, proses perencanaan, kalender korporasi dan relasi kuat dengan para pemimpin unit binis dan fungsi-fungsi keuangan. Beberapa CFO yang diwawancarai melakukan dialog tersebut diatas , dan mengistilahkan “ rythmn of the business “ dengan menggunakan kalender perencanaan korporasi dalam meningkatkan kinerja melalui diskusi, agenda yang ada dan metric/standar kinerja.
 
Langkah-Langkah Penting
 
Dapatkan Segera Mentor
 
       Keluhan yang umum disampaikan oleh para CFO  adalah kekurangan mentor . Isu ini sering muncul dengan menunjukkan 32% dari para CFO yang diwawancarai mengakui tidak memilikinya , 46 % dari responden telah memilikinya , walaupun merasakan suatu keraguan untuk mengemukakan masalah dengan gamblang apa yang mereka sedang hadapi kepada`atasannya.
       Ketika dilakukan suatu wawancara , beberapa CFO merasakan suatu kesepian dalam posisinya , dan mereka lebih menginginkan mentor dari luar perusahaan yang dianggap akan memberikan pengarahan lebih terbuka.
      
Pertama dengarkan……Lalu bertindak
      
       Kondisi yang makin menurunnya masa jabatan para petinggi perusahaan , dan makin tingginya turn over para CFO , para eksekutif keuangan kerap kali merasakan tekanan untuk menunjukkan kemampuannya dengan segera, walaupun kondisi tersebut sering menimbulkan hal-hal yang tidak menguntungkan bagi perusahaan. Para CFO sangat memahami bahwa mereka harus agresif dan aktif dalam menyikapi iklim barunya, bahkan diantaranya mengemukakan : “ Kami harus banyak meluangkan waktu untuk mendengar daripada bertindak. Orang-orang dalam perusahaan akan mengantisipasi perubahan-perubahan dari para CFO baru. Hal yang penting agar mereka menghargai, luangkan waktu untuk mendengar mereka, setelah memperoleh informasi yang akurat lalu lakukan tindakan yang tepat “.
 
Membuat tema baru – Prioritaskan dan Konsisten
 
       Sebagai “ supplement “ dalam tindakan anda ( CFO ) sehari-hari buatlah tema baru, dengan focus kepada inisiatif perubahan yang besar secara konsisten. Agar perubahan tersebut berhasil sampaikan pesan-pesan tersebut berulang-ulang ; secara internal kepada staf anda, dan secara eksternal adalah kepada “ stakeholders “. Komunikasikan isu perubahan tersebut yang membawa tema baru , misalnya : Memperbaiki efesiensi dari aspek operasional dan keuangan korporasi.
 
Investasikan waktu anda lebih awal dalam memperoleh kredibiltas
 
       Menurut para CFO baru, hal yang paling penting adalah investasikan waktu anda lebih cepat untuk memperoleh kredibilitas, antara lain ;  mengenal dan menguasai produk yang dibuat, pasar, dan perencanaan-perencanaan perusahaan.
 
       Para CFO yang diwawancara mengemukakan sulit mendapat dukungan dari para staf korporasi tanpa membuat “ kesadaran” dengan berusaha selalu berpikir sebagai CFO , dengan focus kepada pemenuhan atas ketaatan dan control. Para CFO memiliki peluang untuk melihat dari kacamata keuangannya dengan pendekatan manajemen , yang menjamin bahwa perusahaan akan menguji semua keputusan-keputusannya secara akurat , yang tujuannya mempercepat dan memaksimalkan nilai.
 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow ARTICLE - II arrow Tugas Awal CFO Baru