Text Size
   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday13
mod_vvisit_counterYesterday117
mod_vvisit_counterThis week464
mod_vvisit_counterThis month1116
mod_vvisit_counterAll31312

Who's Online

We have 10 guests online
Strategy
Image  

Kinerja Presiden NISSAN MOTOR Co

“ CARLOS GHOSN “ Menantang TOYOTA Corp,
    Strategy apa yang dilakukan Carlos Ghosn ?
  
Oleh : Hendra S Raharjaputra

Feb 2009

       Carlos Ghosn diahirkan di Brazil dari orang tua keturunan Libanon . Dia merupakan salah satu Presiden perusahaan raksasa Jepang, Nissan Motor Co, yang jarang para eksekutif keturunan bangsa lain diberikan kesempatan untuk menduduki posisi bergengsi dan terhormat tersebut.

       Suatu peristiwa penting yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang , ketika dua orang pimpinan puncak perusahaan raksasa otomotif , Carlos Ghosn dan Presiden Toyota Motor corp, Fuji Cho pada bulan Mei 2002 pada suatu resepsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Manufaktur Jepang. Kedua pimpinan puncak perusahaan tersebut saling mengucapkan selamat, dan Fuji Cho memberikan rasa hormatnya , sambil berkata : “ Keuntungan atau laba perusahaan Nissan sangat menarik , Kamipun ( Toyota ) akan tumbuh secepat itu“.

      Diakui bahwa Toyota tidak kalah dalam hal memperoleh keuntungan atau laba perusahaannya, tetapi keberhasilan “ Carlos Ghosn “, 48 tahun ( 2002 ) – mantan Eksekutif Perusahaan Renault di Eropa , merupakan catatan penting dan mungkin bersejarah bagi perusahaan Jepang yang dia pimpin. 

       Ketika Nissan Motor mendekati suatu kebangkrutan , diprediksi oleh Toyota Motor bahwa Nissan Motor jauh untuk mampu bangkit kembali, dan ternyata menjadi ancaman baginya, dibawah komando Carlos Ghosn. Suatu data menyimpulkan bahwa penjualan Nissan naik sebesar 7,9 % pada Mei 2002, sementara Toyota hanya 7,4 %. Nissan mencatat suatu keuntungan yang luar biasa sebesar US$ 4 juta ( empat juta dolar ) pada tahun 2001, yang mana keuntungan tersebut memberikan kontribusi kepada raksasa lainnya , Renault – Perancis, yang memiliki kepemilikan di Nissan Motor sebesar 44,4 %.

      Satu hari ( Mei 21, 2002 ) setelah Nissan menyampaikan akan meluncurkan produk barunya , suatu minivan mewah “ ELGRAND “ , Nissan yang memiliki body besar ( saat ini sudah banyak berkeliaran di Indonesia ), Toyota tidak mau ketinggalan , dan dengan segera meluncurkan protipe yang sama, ALPHARD, yang di Indonesia mungkin dikenal lebih dahulu , dan komunitasnya lebih banyak dibandingkan “ ELGRAND “. Merk-merk yang kemudian menyusul adalah : Serena, X-Trail, Morano, Grand Livina yang mulai dikenal di pasar otomotif Indonesia ( sebagian lini produk ini dibuat pada saat Ghosan sudah tidak menjadi Presiden Nissan-Jepang ).

      Keputusan yang diambil Renault-Perancis untuk menempatkan Charles Ghosn di perusahaan patungannya “ Nissan “ , merupakan pemulihan nama baik Renault yang sudah hampir dilupakan , hal ini dibuktikan salah satu mantan ekskutif di Renault mampu memimpin perusahaan terbesar ke 2 di Jepang.

Apa yang dilakukan Ghosn ?

      Ghosn pada saat di Renault merupakan seorang sosok yang dikenal sebagai “ le cost killer “, seorang yang sangat perhatian terhadap biaya produksi ( cost ) , dimana hal-hal yang dianggap tidak memiliki nilai atau pemborosan harus segera dipangkas. Ghosn merupakan seorang arsitek dalam melakukan “ turn around “ dengan suatu filosofinya “ Scrap – and – Build “ , artinya Ghosn akan membuang hal-hal yang dianggap akan membebani dan merugikan perusahaan, dan membangun kinerja perusahaan lebih baik dari semua aspek penting perusahaan. Dan filosofinya mampu dilaksanakan dengan sangat cemerlang.

      Sasaran utama yang menjadi perhatian dan dilakukan Ghosn ; 1. Memangkas jumlah karyawan dengan mengeliminasi sebanyak 20.000 karyawan,  2. Menutup 5 pabrik,  dan  3. Menuntut kepada seluruh pemasok untuk diberikan potongan harga sebesar 20 %.  Hal lain yang dilakukan Ghosn adalah memperbaiki ( make over ) tampilan / model dari lini produk ( product line ) , dan salah satu debutan produknya adalah suatu sedan bernama “ ALTIMA “ ( Tidak masuk ke Indonesia ) pada bulan Mei 2002 memperoleh “ Car of the year “ di Amerika, dan meraih predikat “ Japan’s third best selling model-2002 “. Dalam suatu kebangkitan ( renaissance ) atas penjualannya terbaik di Jepang , Ghosn, menyebutnya bahwa “ cost cuts “ adalah merupakan “ gift “ atas kebangkitan kembali Nissan Motor.

      Ghosn sudah ditunggu untuk menangani Nissan dan Renault yang melakukan “ Penggabungan Stratejik / Strategic’s Alliance “ . Pada tahun 2005 Ghosn harus meninggalkan Nissan untuk menangani kedua perusahaan tersebut. Ghosn tetap bungkam ketika ditanya , siapa yang akan menggantinya untuk memimpin perusahaan yang telah dia bina menjadi besar tersebut.


Catatan Penulis :

      Apa yang dilakukan Ghosn adalah memangkas biaya yang umumnya harus dilakukan oleh bukan hanya perusahaan manufaktur, tetapi oleh perusahaan pada umumnya. Ghosn telah memangkas Biaya Produksi Langsung ( Direct Costs ) seperti : Bahan Baku ( meminta dari pemasok diskon 20 % ), Upah ( dengan memangkas pekerja sebesar 20.000 karyawan ) dan menutup 5 pabrik ( mengurangi biaya operasional yang tidak langsung seperti sewa atau penyusutan pabrik dan bangunan, kendaraan dinas, gaji karyawan kantor, listrik/air/konsumsi dan biaya overhead lainnya ), hal tersebut dikenal dengan “ Cost Restructuring “. Manuver Ghosn berhasil meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya “ Contribution Margin “ yang sangat baik. Upaya lain Ghosn adalah merubah model ( product line ) yang sesuai dengan permintaan pasar. Kedua pilar tersebut merupakan “ inti “ keberhasilan Ghosn, selain tentunya kepemimpinan kuat ( Strong Leaderships ) yang dimiliki Ghosn .

“ Tidak ada hasil fenomenal / luar biasa tanpa pemimpin yang kuat “ , apalagi melakukan suatu perubahan seperti yang dilakukan Ghosn. Termasuk memimpin negara sekalipun membutuhkan seorang “ Strong Leadership “ – Not Just a concept.


Dalam menghadapi krisis ekonomi dan keuangan global saat ini ,  tiga pilar penting bagi perusahaan yang akan " survive "  yaitu perusahaan yang memiliki    " Cost Leadership "  -  " Market Leadership "  -  " Strong Leadership - CEO "



 
 
HOME arrow BIZ_TALKS SITES arrow STRATEGY - II arrow Kinerja Presiden Nissan Motor